
BANDUNG | duta.co – Pelaku bom panci di Taman Pendawa, Bandung, akhirnya tewas dalam perjalanan ke RS Sartika Asih Bandung, Senin (27/2) siang. Pelaku luka parah karena sempat baku tembak dengan polisi.
“Pelaku meninggal dunia dalam perjalanan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di depan Kantor Kelurahan Arjuna, Badung.

Pelaku memang sempat bersembunyi di Kantor kelurahan Arjuna setelah meledakkan bom panci di Taman Pendawa. Sempat terjadi baku tembak dengan polisi. “Pelaku tertembak satu peluru di depan,” ujar Yusri.
Sumber-sumber polisi menyebutkan, pelaku bom panci diketahui berprofesi sebagai penjual bubur sumsum. Pelaku berinisial YC alias AS yang lahir di Purwakarta, berusia 42 tahun. Berdasarkan salinan KTP pelaku, pelaku beralamat di Cukanggenteng, Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/2), mengatakan, kalau saja pelaku menyerahkan diri tidak akan terjadi seperti itu. Boy mengatakan, pelaku tertembak di dada hingga meninggal dunia dalam perjalanan e rumsh sakit.

Menurut Boy, pelaku terpaksa ditembak petugas yang melakukan penyergapan ke dalam kantor kelurahan lantaran upaya permintaan petugas agar pelaku menyerahkan diri tidak diindahkan. “Kalau menyerahkan diri, enggak jadi begitu,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini korban berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Bandung untuk dilakukan autopsi.
Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan melihat aksi dan bom yang diledakkan, diduga pelaku adalah jaringan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Sebelum peristiwa bom panci hari ini, sebelumnya Densu 88/Antiteror menangkap jaringan bom panci yang akan diledakkan di Istana Negara. Mereka jug amerupakan jaringan JAT. hud, net





































