Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah (kanan) menyerahkan secara simbolis bukti Bank Jatim sebagai penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) yang diterima Pjs Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha (kiri). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co –  Pekan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang digelar Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur bisa meningkatkan jumlah merchant yang tergabung.

Dari data BI Jatim, peningkatan sebesar enam persen dari jumlah merchant pada akhir Februari 2020. Dari 324.494 merchant akhir Februari menjadi 344.377 ribu merchant di seluruh Jawa Timur.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan kenaikan enam persen merchant ini sebuah capaian yang baik dan signifikan.

“Merchant naik enam persen itu signifikan, kalau dari nilai transaksi naiknya 4,99 persen,” ujar Difi usai acara puncak Pekan QRIS, Minggu (15/3/2020).

Peningkatan jumlah merchant memang menjadi salah satu target Pekan QRIS ini. Gerakan yang dilakukan secara nasional ini untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Di mana tidak lagi menjadikan uang tunai sebagai alat transaksi.

Dikatakan Difi dari Pekan QRIS yang digelar mulai Senin (9/3/2020) hingga Minggu (15/3/2020) itu ada banyak hal yang menarik untuk ditindaklanjuti. “Ada banyak pertanyaan dari banyak pemilik usaha tentang QRIS ini. Dan itu perlu kami tindaklanjuti dan kami jelaskan,” ujar Difi.

Salah satu pertanyaannya kata Difi adalah barcode dari Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PjSP). Apakah yang selama ini mereka gunakan sudah tidak boleh lagi digunakan atau seperti apa.

Difi mengatakan sejak 1 Januari 2020 sebenarnya barcode yang mereka gunakan sudah tidak lagi berlaku. Semua hanya boleh menggunakan QRIS. “Jadi kalau merchant masih menggunakan yang lama, dalam waktu dekat ini akan dinonaktifkan secara otomatis. Karena harus laporan segera me PJSP-nya atau bisa laporan ke Bi nanti kita tindaklanjuti,” tuturnya.

Sampai saat ini BI masih belum memiliki data pasti tentang merchant yang masih menggunakan barcode lama. Tapi diakui Difi, Bank Indonesia sudah melakukan survei dan pendataan.

QRIS kata Difi harus terus disosialisasikan. Karena ini adalah masa depan uang di Indonesia. Dua atau tiga tahun lagi seluruh pembayaran ritel akan menggunakan QRIS ini.

Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia mengapresiasi langkah BI untuk melakukan sosialisasi QRIS ini. Inovasi ini bisa meningkatkan kedaulatan sistem pembayaran di Indonesia.

“Walau saat ini kita sedang dihantam berbagai isu ekonomi global dan virus corona, tapi gerakan ekonomi dan inovasi-inovasi harus terus dilakukan,” tukasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry