Vaksinasi door to door Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Wonoayu di rumah warga Desa Kecamatan Wonoayu. (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Begitu besar antusias masyarakat untuk divaksin guna mendapatkan herd immunity (kekebalan kelompok). Dinas Kesehatan Sidoarjo, khususnya Puskesmas Wonoayu, melaksanakan vaksinasi door to door ke rumah warga di Desa Kecamatan Wonoayu kepada para Lansia (lanjut usia). Kegiatan ini berlangsung Sabtu (23/10/21) siang, dan malam hari.

Kepala Puskesmas Wonoayu, dr. Barbara Irawaty, kepada duta, Minggu (24/10/21) pagi mengatakan, kegiatan vaksinasi Covid-19 kepada Lansia sudah berjalan.

“Tok-tok door to door. Itu istilah kami menamai kegiatan peduli Lansia yang seru dan perlu ekstra semangat dan sabar demi Wonoayu tercinta. Tentunya juga demi Sidoarjo kita,” ujar dr. Ira, sapaan Kepala Puskesmas tersebut.

Dikatakan dr. Ira, giat door to door dilatarbelakangi karena capaian vaksin untuk Lansia masih rendah di Kab. Sidoarjo. Dari target 60% untuk Wonoayu, masih 32%. Selanjutnya, yakni mendekatkan akses pelayanan vaksinasi bagi para Lansia yang kesulitan mendatangi pos pelaksanaan vaksin, yang biasanya dilaksanakan di Balai Desa setempat.

“Yang ketiga, merupakan pengabdian dalam pelayanan dan kepedulian kami bagi para sesepuh, khususnya di wilayah Puskesmas Wonoayu,” terang dr. Ira.

Lebih jauh, dr. Ira menjelaskan, pihaknya yang terlibat di lapangan yakni Nakes (dokter, bidan dan perawat desa), dan supporting tenaga non medis sebagai data entry.

Untuk target, diharapkan setiap hari mininal 10 Lansia per-Desa (Wonoayu ada 23 Desa), tetapi dikondisikan dengan Sikon (Situasi dan Kondisi) para bidan dan perawat desa yang turun ke kegiatan ini, karena mereka juga harus terlibat di kegiatan pelayanan rutin Puskesmas induk, juga pelayanan vaksin ke-2 untuk 1000 sasaran yang sedang berjalan saat ini.

“Syaratnya semua ekstra wajib dan harus menjaga kesehatan karena harus sehat sebelum kita menyehatkan orang lain. Dan juga harus berkoordinasi dngan Pemdes dan Babinkamtibmas setempat untuk pelaksanaan di lapangan,” pungkas Kepala Puskesmas Wonoayu tersebut.

Sempat Ada Penolakan dari Warga

Diketahui, capaian perhari per-Desa yakni 10 sampai 20 orang Lansia. Saat ini, Wonoayu kurang lebih 50%. Kegiatan ini ditargetkan sampai satu Minggu ke depan. “Target seminggu harapannya terselesaikan 60%, dan yang sudah diantaranya Desa Wonokasian, Desa Semambung, dan Desa Pagerngumbuk malam hari, mas,” ujarnya.

Kadinkes Dr. Syaf dan bapak Kabid P2 dr. Atok didampingi Kapus, ikut turun ke rumah-rumah di wilayah Desa Wonokasian sebagai fungsi kontrol kegiatan ini berjalan sesuai yang diharapkan.

Masih kata dr. Ira, di lapangan, sempat dijumpai beberapa kendala, diantaranya, adanya penolakan keras dari beberapa Lansia seperti dibentak, diusir, bahkan diancam.

“Hal itu kami terima sebagai konsekuensi pengabdian kami. Selnajutnya, untuk ketersediaan vaksin kami bergantung dari pusat. Jika ada dropping, maka tugas kami memanfaatkan vaksin tersebut ke masyarakat,” imbunya.

Butuh kerja sama dan bahu membahu dari semua lintas sektor setempat untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat, khususnya Lansia. Sehingga, diharapkan dari para Lansia bisa menumbuhkan generasi muda yang hebat kuat dan tangguh sehat jasmani dan rohani di masa pandemi ini.

Sementara, salah satu warga Lansia, Pak Lagiman (85), mengatakan, keinginannya divaksin agar selalu sehat di masa pandemi saat ini. “Mboten sakit, keinginannya waras ben sehat kepingin mugi-mugi seger waras dan panjang umur. (ingin sehat, semoga seger waras dan panjang umur), ayo konco konco tumut kulo vaksin ben sehat,” katanya.

Senada, Pak Kodim, warga yang sudah vaksin Covid-19 dua kali mengatakan, dirinya ikut vaksinasi agar dapat menolak Covid-19 masuk ke dalam tubuh.

Monggo warga para Lansia, vaksin. Vaksin bisa menolak Covid-19, tidak usah takut,” ajaknya kepada masyarakat yang lain. (loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry