TRENGGALEK | duta.co — Ratusan anggota Lembaga Garuda Muda Indonesia Kabupaten Trenggalek menggelar aksi penghijauan di kawasan wisata Pantai Cengkrong Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini digelar sebagai bukti kepedulian mereka terhadap kelestarian alam.

Penghijauan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan dalam menangani krisis lingkungan dan pemanasan global yang sedang terjadi saat ini.

“Menjaga kelestarian alam dan kebersihannya sudah pasti memiliki jadi tanggung jawab bersama. Salah satu bentuk tanggung jawab demi menjaga kelestarian alam ini yakni dengan melakukan kegiatan penghijauan di kawasan Pantai Cengkrong Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Penghijauan sangat mudah dilakukan apabila ada kemauan dari masing-masing individu. Karena manfaat penghijauan sangat besar untuk kesehatan kita,” ucap Sekretaris Umum Lembaga Garuda Muda Indonesia DPRD tingkat II Kabupaten Trenggalek, Amin Tohari, Jumat (10/8/2018).

Dikatakan Amin, pentingnya kegiatan penghijauan ini merupakan juga sudah terlaksana dalam program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Tak terkecuali, di Kabupaten Trenggalek.

Memilih Pantai Cengkrong sebagai lokasi penghijauan bukan tanpa alasan, mengingat Pantai Cengkrong merupakan  salah satu obyek wisata alam yang dianggap memiliki potensi mata air yang cukup bagus. “Sedikitnya 200 bibit pohon jenis kelapa dalam dan kelapa entah yang berhasil ditanam oleh berbagai elemen masyarakat bersama anggota LGMI pada kegiatan penghijauan yang dilaksanakan kali ini,” imbuhnya.

Pihaknya juga menekankan untuk selalu membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian dan keindahan pantai dengan memberikan segala sesuatu yang terbaik kepada alam. Seperti melakukan kegiatan penghijauan, tidak merusak seluruh ekosistem darat maupun laut yang ada dan tidak membuang sampah sembarangan.

Masih terang Amin, meluasnya kerusakan hutan akibat ulah oknum yang tidak bertaggung jawab, membuat ia beriman anggota LGMI tergerak untuk turut menjaga lingkungan agar lebih baik lagi. Ia juga berharap dengan dilakukannya gerakan penanaman pohon di kawasan Pantai Cengkrong ini, masyarakat kembali sadar untuk ikut menjaga kelestarian hutan demi masa depan generasi selanjutnya.

“Kegiatan ini, adalah sebagai bukti kepedulian kita untuk menjaga sumber air. Selain itu,  Pantai Cengkrong ini juga merupakan lokasi wisata yang harus kita jaga kelestariannya. Alhamdulillah, pada kegiatan ini animo masyarakat cukup tinggi. Dengan penanaman pohon ini, mata air di kawasan Pantai Cengkrong diharapkan bisa lebih baik,” tutur Amin.

Masih terang mantan anggota DPRD Kabupaten Trenggalek ini, program penanaman pohon ini akan terus dilanjutkan pada setiap tahunnya dengan harapan bisa mengembalikan fungsi hutan.

“Hal ini harus dilakukan mengingat beberapa hutan maupun kawasan di sekitar bibir Pantai sudah banyak yang rusak. Untuk itu kegiatan penghijauan ini akan dijadwalkan sebagai kegiatan rutin. Dan tentu saja, ke depannya bibit-bibit pohon yang akan ditanam akan lebih besar jumlahnya,” pungkasnya.

Cegah Abrasi di Pantai Cengkrong

Tingginya kerawanan abrasi di Muara Pantai Cengkrong membuat Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) bersinergi dengan stakeholder Kecamatan Watulimo, menggelar reboisasi dan normalisasi.

“Kegiatan ini, selain untuk menjaga kelestarian alam khususnya di wilayah pantai Cengkrong, sekaligus ekosistem alam tetap seimbang,” ucap Kapolsek Watulimo AKP Saiful Rokhman.

Menurutnya, kegiatan dengan tema ‘Bakti Untuk Negeri Jilid II’ ini, yang diikuti oleh seluruh anggota juga dihadiri seluruh Muspika Watulimo, Perhutani, PSDKP, Banser, relawan SAR dan  siswa sekolah yang ada di Kecamatan Watulimo.

“Sebagai upaya reboisasi dan normalisasi, kami bersama-sama menanam sejumlah pohon kelapa hibrida hingga di bibir pantai yang rawan akan abrasi oleh gelombang pasang air laut,” imbuhnya.

AKP Saiful menambahkan, kegiatan yang diikuti seluruh stakeholder ini banyak sekali manfaatnya. Dalam reboisasi, tidak hanya pohon kelapa hibrida yang ditanam. Namun rencananya akan menambahkan tanaman bakau.

“Setelah kegiatan penanaman kelapa ini, kami juga berencana menambah tanaman bakau, sehingga abrasi air laut bisa dihindari,” pungkasnya. (sup/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.