Politisi PDIP Masinton Pasaribu/Net/rmol.id

JAKARTA | duta.co – Lumayan lama, sesungguhnya, anggota Komisi III DPR, yang juga politisi PDIP Masinton Pasaribu, meminta agar negara tidak lebih parah dari VOC. Pernyataan itu sempat viral, tidak sedikit yang menyebutnya sebagai kritik ‘Pedas Pol’.

Permintaan itu ‘meluncur’ dalam Webinar DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Session 1 bertajuk “Pandemik Cobid-19 Di Mata Aktivis Lintas Generasi, Sudut Pandang Kini dan Mendatang” yang digelar pada 16 Juni lalu.

Tapi, Senin (22/6), Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Masinton menegaskan bahwa, itu refleksi pribadi, tidak mewakili partai.

Mulanya (saat itu), Masinton meminta agar sistem anggaran di masa pandemik Covid-19 harus benar-benar diawasi bersama. Ini lantaran pemerintah telah menggelontorkan dana hingga ratusan triliun rupiah untuk pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, penegakan hukum juga harus benar-benar tegak dalam memelototi anggaran tersebut. “Kalau penegakan benar, orang-orang yang bermain-main juga potensi mainnya bisa diminimalisir,” terang Masinton Pasaribu.

Di hadapan 800 partisipan partisan webiner dari berbagai latar belakang dari 34 provinsi se-Indonesia, Masinton menceritakan mengenai guyonannya dengan Bambang Soesatyo dalam melihat kebijakan ekonomi yang tengah dilakukan pemerintah.

Guyonan itu disampaikan sebagai seorang rakyat Indonesia yang merasa risau, bukan sebagai kader dari partai pemerintah. Dalam joke itu, Masinton menyindir pemerintah sebagai sebuah kesatuan dari beragam koalisi yang harus diawasi.

“Jangan lebih parah dari VOC saya katakan,” ujarnya Masinton dengan nada tegas.

“Pemerintahan di alam merdeka ini kan tidak boleh dong lebih parah dari VOC, mungutin (pajak) dari rakyat terus ngutang-ngutang juga,” ujarnya.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Masinton mengurai bahwa pernyataan itu keluar karena dirinya ingin memastikan agar pengelolaa negara di era Indonesia Merdeka untuk tidak lebih parah dari pengelola masa kolonial.

“Ini adalah sebagai refleksi pribadi saya agar kita harus tetap menjaga spirit dasar kemerdekaan negara Indonesia,” tuturnya.

Dia menekankan bahwa negara yang merdeka adalah negara yang berdaulat. Artinya negara memiliki fungsi untuk melindungi rakyat dan melakukan segala upaya agar rakyat sejahtera.

“Negara berdaulat, melindungi segenap tanah-tumpah darah Indonesia dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya. (rmol.id)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry