Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus didampingi Kepala Diskoperindag Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo melakukan sidak ke Pasar Tanjung Jalan Residen Pamuji, Rabu (14/12). DUTA/YUSUF

MOJOKERTO – Pedagang pasar induk Tanjung Anom Kota Mojokerto mengadu ke Wali Kota Mas’ud Yunus saat melakukan sidak pasar menjelang natal dan tahun baru, Rabu (14/12). Sidak dilakukan dengan mengunjungi sejumlah toko dan lapak untuk mengetahui ketersediaan bahan pangan dan kemungkinan adanya lonjakan harga.

Saat rombongan Wali Kota mengunjungi lapak Sutinah, tanpa diduga pedagang sayur ini mengadukan terkait banyaknya pedagang yang berjualan di depan pasar. “Niku Pak Wali, sak niki katah sing sadean ten ngajenge pasar (Itu Pak Wali, sekarang banyak yang berjualan di depan pasar),” ujar Sutinah.

Menurut warga Jalan Empunala Kota Mojokerto ini, akibat banyak yang berjualan di depan pasar, para pedagang yang berjualan di dalam pasar banyak yang tidak laku. “Katah sing blonjo ten ngajenge pasar. Cino nek blonjo gih ngajenge pasar (Banyak yang jualan di depan pasar. Orang Cina kalau belanja juga di depan pasar),” keluhnya.

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus tidak menampik jika kondisi pasar Tanjuk sudah tidak layak sehingga perlu adanya pembenahan. “Berdasarkan Perda (Peraturan Daerah) tentang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), pasar direfitalisasi, bukan relokasi,” ujar Wali Kota.

Untuk melakukan refitalisasi ada kesulitan tempat yang akan dijadikan untuk penampungan sementara bagi pedagang pasar. “Kalau multi years tidak mungkin karena masa jabatan saya hanya tinggal dua tahun,” terangnya.

Karena itu, muncul opsi untuk dipihakketigakan. “Ini masih kita pikirkan. Beberapa waktu lalu sudah melakukan study banding ke Bandung. Mudah-mudahan pada pertengahan tahun depan semua perencanaannya sudah matang,” harapnya.

Sementara itu pada sidak yang didampingi Kepala Diskoperindag Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo dan sejumlab Kepala Unit Kerja terkait ini diketahui tidak ada lonjakan harga yang berarti. Kenaikan harga yang terjadi masih wajar. Sedangkan persediaan beras masih aman.

“Hanya cabe rawit yang mengalami lonjakan harga karena memang cuaca musim hujan sehingga banyak cabe yang busuk. Daging ayam dan bawang merah mengalami kenaikan hanya seribu. Sedangkan stock beras masih aman. Mudah-mudahan menjelang natal dan tahun baru tidak ada lonjakan harga, ” katanya. ywd

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan