SURABAYA | duta.co – Perlunya link and match menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sehingga perguruan tinggi tidak saja hanya menciptakan lulusan dengan nilai tinggi, melainkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan soft skill dan hard skill siap terjun ke dunia kerja.

Itulah gambaran dari gelaran Petranesian Business & Education Fair (PBEF) 2026 di Galaxy Mall Surabaya 17- 20 September 2026. Ratusan tenant ikut ambil bagian, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan usaha milik mahasiswa dan alumni UK Petra yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, industri kreatif hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selama empat hari pelaksanaan menarik lebih dari 53.000 pengunjung selama empat hari pelaksanaan. Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-65 UK Petra itu juga mencatat nilai transaksi lebih dari Rp2 miliar.

Teddy Salim Ketua Umum Petranesian Community sekaligus Ketua Panitia PBEF 2026 antisiasme pengunjung sangat besar sesuai dengan target yang ditetapkan panitia. Dengan ratusan tenant yang buka, dipastikan menarik banyak minta pengunjung hadir.

“Target pengunjung lebih dari 50 ribu tercapai. Selama tiga hari nilai transaksi cukup besar, sudah lebih dari Rp2 miliar,” kata Teddy, Minggu (20/9/2026).

PBEF 2026 menghadirkan ratusan tenant dari berbagai sektor. Sekitar 90% di antaranya merupakan bisnis yang dijalankan mahasiswa dan alumni UK Petra, mulai dari kuliner, produk kreatif, jasa hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurut Teddy, dampak kegiatan tidak hanya dirasakan oleh UK Petra dan para peserta pameran. Sejumlah sekolah yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga memperoleh manfaat, terutama dalam memperkenalkan institusi pendidikan kepada calon siswa.

Tidak hanya itu, PBEF 2026 melibatkan delapan sekolah dari jenjang SD, SMP hingga SMA. “Tidak hanya UK Petra, tetapi sekolah-sekolah yang terlibat juga mendapatkan siswa-siswa,” ujar Petranesian 2002 ini.

Dari sisi pendidikan tinggi, PBEF juga menjadi salah satu ruang bagi UK Petra untuk memperkenalkan program studi kepada calon mahasiswa.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UK Petra, Rudy Setiawan, mengatakan jumlah mahasiswa yang diterima tahun ini ditargetkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

UK Petra tetap mengedepankan konsep whole person education dalam proses pendidikan. Konsep tersebut tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan berbagai aspek lain dalam diri mahasiswa.

“Sekarang anak-anak suka bidang seni seperti DKV, desain fashion textile, juga jurusan-jurusan teknologi,” ujarnya.

Sejumlah program studi yang telah menjadi bagian dari UK Petra sejak awal berdirinya, seperti teknik sipil, arsitektur dan sastra Inggris, tetap menjadi bagian dari pilihan calon mahasiswa. Di sisi lain, perkembangan kebutuhan industri turut mendorong minat terhadap bidang baru.

Menurut Rudy, perkembangan pembangunan juga ikut mendorong kembali minat terhadap bidang teknik sipil.

Selain pameran bisnis dan pendidikan, PBEF 2026 menjadi momentum peluncuran Petranesian Impact. Platform digital tersebut dirancang untuk mempertemukan alumni, mahasiswa, universitas dan berbagai jaringan Petranesian dalam satu ekosistem.

Platform itu memungkinkan pengguna menawarkan produk dan jasa, berbagi informasi pekerjaan, memperluas jaringan profesional, mencari klien dan konsumen, hingga berbelanja melalui marketplace sesama Petranesian.

Rudy mengatakan kehadiran Petranesian Impact diharapkan memperkuat hubungan antara universitas dengan alumni sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi.

“Petranesian Impact menjadi jembatan universitas dan alumni. Ada sinergi antarsemua pihak, universitas dan alumni, mahasiswa,” katanya.

Rektor UK Petra, Prof. Dr. Rolly Intan, mengatakan kekuatan alumni menjadi salah satu modal penting bagi universitas untuk memperluas dampaknya. Selama 65 tahun, UK Petra telah menghasilkan sekitar 53.000 alumni yang tersebar di berbagai negara.

“Kami menyadari kekuatan alumni begitu besar. Kami sadar relasi dengan alumni menjadi kekuatan agar bisa berdampak bagi masyarakat,” ujar Rolly.

PBEF juga direncanakan kembali digelar pada 2027 dengan skala dan dampak yang lebih besar.

Kepala Office of Institutional Advancement UK Petra Dr. Meilinda mengatakan, jejaring alumni tidak semestinya berhenti pada hubungan profesional semata.

“Koneksi itu harus bisa menjadi peluang, kolaborasi, dan akhirnya memberi dampak nyata. Karena itu, Petranesian Impact dibangun sebagai ekosistem untuk saling engage, empower, dan create impact,” ujarnya.

Lebih dari sekadar media koneksi, Petranesian Impact turut membuka ruang bagi alumni dan sahabat UK Petra untuk memberikan kembali (giving back) kepada almamater melalui berbagai program fundraising dan dukungan bagi pengembangan universitas serta generasi mendatang. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry