JOMBANG | duta.co – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, mengeluarkan pernyataan sikap terkait dinamika nasional dan gelombang aksi unjuk rasa yang marak terjadi belakangan ini.

Menurutnya, Presiden RI, Prabowo Subianto harus segera turun tangan, menenangkan rakyat dengan menginstruksikan seluruh pengambil kebijakan, baik di pusat maupun daerah, untuk membatalkan aturan atau keputusan yang justru menambah beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit.

“Presiden perlu hadir untuk menenangkan rakyat. Batalkan semua kebijakan yang memberatkan. Jangan biarkan rakyat makin terhimpit,” tegas Gus Fahmi, sapaan akrabnya.

Selain itu, ia mendesak seluruh wakil rakyat, dari pusat hingga daerah, agar berani meminta maaf kepada bangsa. Gus Fahmi juga meminta mereka membatalkan kenaikan gaji maupun tunjangan yang telah mereka tetapkan.

“Dari sinilah semua bermula. Jangan sampai DPR justru melukai hati rakyat dengan kata-kata maupun keputusan politik. Ingat, kedaulatan tertinggi bangsa Indonesia ada pada rakyat,” tegasnya.

Terkait aksi unjuk rasa, Gus Fahmi menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional seluruh warga negara. Namun ia mengingatkan, aspirasi harus disampaikan dengan cara tertib, tanpa merusak fasilitas umum maupun menjarah. “Jika sudah merusak, itu bukan aspirasi, tapi kriminal. Dan itu harus dijauhi,” ujarnya.

Kepada aparat keamanan, ia berpesan agar Polri dan TNI tetap mengawal aksi damai dengan penuh tanggung jawab. “Tindakan tegas memang perlu kepada pelaku perusakan atau penjarahan. Tapi ingat, rakyat yang berdemo itu adalah saudara kalian,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Gus Fahmi mengajak warga Indonesia, khususnya Nahdliyyin, untuk tetap tenang, waspada, dan memperbanyak istighosah serta doa demi keselamatan bangsa. “Semoga krisis ini segera berlalu, dan kita senantiasa mendapat perlindungan serta rahmat Allah SWT,” pungkasnya.(din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry