
JOMBANG | duta.co – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jombang mengapresiasi langkah tegas dan cepat yang diambil Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, beserta jajarannya dalam menggagalkan pesta remaja di sebuah vila kawasan Wonosalam.
Pesta tersebut diikuti oleh 183 remaja, menyuguhkan minuman beralkohol serta hiburan musik DJ. Acara yang diklaim sebagai ajang “silaturahmi” itu dinilai melenceng dari norma sosial serta nilai-nilai keagamaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kota Santri.
Melalui Kasatkorcab Banser, Amirul umam, Ketua PC GP Ansor Jombang, Gus Fiqi, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan, jika tidak dihentikan, kegiatan semacam itu berpotensi merusak tatanan moral dan nilai luhur yang telah diwariskan oleh para muassis dan ulama terdahulu.
“Kami mendukung penuh tindakan preventif dan represif Polres Jombang. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga moral publik, terlebih di wilayah yang dikenal sebagai pusat pendidikan agama seperti Jombang,” ujar Aminrul, Senin (28/7).
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat orang tua, tokoh agama, hingga lembaga pendidikan untuk lebih aktif mengawasi dan membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang merusak.
“Silaturahmi itu mulia. Jangan dinodai dengan praktik-praktik yang justru menjauhkan kita dari nilai Islam dan akhlakul karimah,” tambahnya.
Ansor dan Banser juga menghimbau kepada para kader Ansor dan Banser, khususnya di Kecamatan Wonosalam, untuk proaktif memantau dan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan.
“Saya minta kader Ansor dan Banser terus siaga, memantau situasi di lingkungan masing-masing, dan berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa,” tandasnya.
Diketahui, pesta remaja tersebut diduga dirancang melalui jejaring media sosial oleh sejumlah komunitas muda. Dalam operasi penggerebekan, petugas mengamankan berbagai barang bukti, termasuk botol minuman keras dan peralatan musik.
Kapolres Jombang menyatakan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan menindak tegas segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum serta membahayakan moral generasi muda. (din)





































