
Dosen PPG, FKIP
PROBLEM Base Learning dan Proyek Base Learning tahun-tahun akhir ini harus ditrapkan pada setiap pembelajaran. Mengapa ke dua model pembelajaran itu disarankan dan harus ditrapkan? Ada apa dengan dua hal ini?
Ini adalah pertanyaan yang sangat mendasar dengan adanya model pembelajaran PBL dan PjBL ini.
Tetapi perlu diketahui bahwa jaman sekarang perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat perubahannya. Lebih-lebih di era digital ini, sehingga pengetahuan yang diberikan jamannya akan sudah ketinggalan pada waktu mereka menginjak 5 sampai 10 tahun ke depan.
Banyak tenaga kerja yang sudah tidak diperlukan lagi karena adanya robot pekerja yang dikendalikaan Artificial Intelligence (AI). Sehingga mereka akan mengalami problem yang sangat pelik dan komplek untuk dipecahkan. Sehingga mereka harus diajari dengan berbagai problem untuk dipecahkan di masa sekolah. Dengan pembelajaran dengan model PBL ini diharapkan pada anak didik berpikir kritis dapat meningkat.
Dengan demikian mereka akan biasa menghadapi permasalahan pada saat itu. Di samping itu juga mereka dengan adanya model pembelajaran Proyek Base Learning, akan terbiasa melakukan program yang bernuansa proyek dimana harus adanya time schedule yang baik dan tertata rapi dalam mengerjakan sesuatu yang harus dipecahkan dengan tepat dan selesai pada waktu yang ditentukan, dan bekerja dalam kolaborasi.
Berdasarkan penelitian beberapa pakar Holly Schroth dosen senior dari Haas School of Business di University of California, Berkeley hasil penelitian fokus Gen Z. Bahwa kegiatan ektrakulikuler dilakukannya hanya untuk meningkatkan daya saing di kampus saja tetapi tidak mencari pengalaman kerja lebih luas.
Hal ini berakibat “ekspektasinya yang kurang realistis” mengenai tempat kerja seperti bagaimana menghadapi atasan mereka. Gen-Z tidak mengetahui keterampilan dasar, seperti bagaimana interaksi sosial dengan pelanggan, klein, dan rekan sekerja atau tidak tahu atau kurang beretika di tempat kerja.
Selain dari pada itu pekerja Gen-Z tidak punya kualifikasi yang diharapkan oleh perusahaan antara lain inisiatif yang tinggi, sikap positif, etos kerja yang kuat, adaptasi yang tinggi, terbuka atas masukkan, cekatan/tepat waktu/dapat diandalkan, keterampilan teknis yang memadai, keterampilan interpersonal yang baik, pengalaman kerja dan magang yang baik, pandangan yang utuh sesuai dengan pekerjaannya.
Maka hal ini perlunya pembelajaran dengan penerapan Problem Base Learning dan Proyek Base Learning. Karena keduanya mendukung dalam era globalisasi, yaitu memiliki ketrampilan memecahkan masalah, berfikir kritis, kolaborasi, dan kreativias yang tinggi, hal ini merupakan kebutuhan utama dalam abad 21 (Triling & Fadel, 2009).
Dengan penerapan PBL dan PjBL yang menekankan pada pengembangan kompetensi siswa untuk menghadapi tantangan nyata. Disamping itu membentuk kemandirinan belajar dan akan dapat mengelola waktu, merencanakan tugas, dan mencari informasi secara mandiri sehingga menjadi pembelajar sepanjang hanyat.
Penerapan PBL dan PjBL dapat memberikan berbagai keuntungan yang relevan dengan kebutuhan masa sekarang dan masa mendatang.
Dengan memberikan pengalaman nyata dalam memecahkan masalah dan menyelesaikan proyek. Metode ini tidak hanya meningkatkan belajar kognitif saja, tetapi juga non-kognitif yang esensial. Implementasi yang tepat dapat menghasilkan individu yang siap menghadapi kompleksitas dunia modern. *







































