TRENGGALEK | duta.co — Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Trenggalek, turun ke jalan mengikuti ‘Pawai Obor’ dalam rangka Hari Santri dan Hari Pahlawan 2018, pukul 19.00 WIB, Jum’at (9/11/2018).

Kegiatan yang diinisiasi Polres Trenggalek itu dengan rute start dari halaman Masjid Agung Baiturrahman atau alun-alun sebelah barat dan sedianya finish di halaman Mapolres Trenggalek, jalan Brigjen Soetran, atau berjarak 2 Kilometer menyusuri Jalan Sunan Kalijaga-Panglima Sudirman-Soekarno Hatta dan terakhir di Mapolres jalan Brigjen Soetran.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan, inisiatif dilakukannya pawai obor yakni karena sejak pesta demokrasi pada tahun 2018 kemarin, Trenggalek telah dinilai aman. Hal itu berkat dukungan elemen ulama dan santrinya.

“Situasi yang aman dan kondusif pada pemilu kemarin karena kepolisian selalu bersinergi dengan masyarakat dan para ulama. Untuk itu sinergi itu kita tingkatkan utamanya menyambut pesta demokrasi tahun mendatang,” katanya.

Makna obor yang dipakai dalam gelaran ini, masih keterangan Didit, obor selalu identik dengan santri era zaman dahulu yang selalu memakai obor sebagai penerangan jika hendak mengaji.

“Dahulu jika santri pergi mengaji selalu bawa obor, karena jalan belum banyak lampu penerangannya,” terangnya.

Untuk itu, dengan obor maka semangat santri sekaligus semangat kepahlawanan agar terpatri kepada para santri di era sekarang.

“Mengingatkan santri zaman now betapa beratnya perjuangan santri yang membantu berjuang para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan republik ini,” tandasnya.

Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Arm Dodik Novianto sebelum melepas start peserta mengatakan, pawai obor ini bertujuan untuk menyemangati para santri yang di Trenggalek agar selalu mencintai para pahlawan.

“Santri harus mengenal dan mewarisi jasa para pahlawannya yang berjuang merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan RI setelah akan direbut tentara Inggris,” ucapnya.

Dikatakannya, makna Hari Santri yang digabung pula dengan Hari Pahlawan agar para pelajar sekaligus santri di Trenggalek selalu bisa menghargai jasa para pahlawannya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa dengan jasa para pahlawannya, maka Trenggalek haruslah jadi daerah yang besar,” pungkasnya. (dik/ham)

      

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.