KEDIRI|duta.co-Desa Balongjeruk Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, beberapa pekan ini gempar akan keberadaan Patung Macan Putih yang viral di jagad dunia maya sampai sekarang. Bahkan, keberadaanya menjadi pusat perhatian publik. Usia viral, muncul keinginan dari sineas muda asal Kediri yang berencana mengangkatnya ke layar lebar.

Adalah Harianto yang dikenal sebagai sineas dengan menghadirkan gagasan-gagasan segar yang berangkat dari realitas sosial dan kekuatan lokal. Kini ia bersiap untuk membuat gebrakan baru, yaitu memproduksi film layar lebar mengangkat fenomena Patung Macan Putih yang viral.

Dengan ide kreatifnya Harianto siap untuk membuat sebuah lompatan besar yang diwujudkan awal dalam bentuk narasi menceritakan tentang hubungan manusia yang dikaitkan dengan nilai nilai warisan leluhur.

Harianto menilai, saat ini warisan leluhur mulai tergerus oleh jaman. Narasi tersebut kemudian dibingkai dalam sebuah film yang sarat akan nilai budaya leluhur dan pesan moral di dalamnya.

“Viral itu hanya pintu masuk. Yang ingin kami bangun adalah karya yang bertahan lama, punya nilai budaya, pesan moral dan berdampak ekonomi,” ungkap Harianto yang pernah menyutradarai film Pejuang Kampung 1 dan 2

Film ini diproyeksikan tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga ikon baru pariwisata dan ekonomi kreatif Kediri. Dengan pendekatan sinematik modern, cerita yang kuat, serta visual yang mudah diterima lintas generasi. Proyek film ini memiliki daya tarik dengan format yang fleksibel untuk bioskop, dan distribusi internasional.

Seluruh pengembangan film ini disiapkan dengan konsep matang, visi jangka panjang, dan strategi distribusi yang jelas, relevan dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar film, kata Harianto, proyek Patung Macan Putih ini adalah investasi pada cerita lokal yang berpotensi menjadi legenda nasional.

“Saat layar mulai menyala, Macan Putih bukan hanya akan berdiri sebagai patung, tetapi bangkit sebagai simbol, cerita, dan peluang besar” tutupnya. (bud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry