Pengisian elpiji di Depo Elpiji Tanjung Perak Surabaya, Senin (20/5). DUTA/endang
SURABAYA | duta.co – Para pejabat PT Pertamina (Persero) meninjau Depo Elpiji Tanjung Perak Surabaya, Senin (20/5). Safari Ramadan 2019 ini untuk memastikan stok elpiji aman sehingga bisa melayani kebutuhan masyarakat dan diharapkan harga tidak dinaikkan.
Kunjungan jajaran direksi Pertamina dipimpin Mas’ud Khamid serta General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V,  Werry Prayogo.
Mas’ud Khamid mengatakan agenda itu bagian dari cek fisik kesiapan Pertamina saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2019.
“Kan diprediksi estimasi program mudik diikuti 10,6 juta orang. Jadi Pertamina mengantisipasi untuk pelayanan jika terjadi lonjakan permintaan minyak dan elpiji,” ujar Mas’ud.
Depo elpiji Tanjung Perak ini menjadi sesuatu yang penting. Karena di depo itu melayani 68 stasiun pengisian bahan baku elpiji (SPBE). Jumlah itu setara 11 persen dari total SPBE di seluruh Indonesia yang berjumlah 630.
“Depo Tanjung Perak ini melayani tidak hanya Surabaya tapi Gerbangkertasusila,” tukas Mas’ud.
 Untuk elpiji, Mas’ud menegaskan diprediksi selama satgas Ramadan ini berlangsung diprediksi akan mengalami kenaikan sebesar 15 persen dari kebutuhan rata-rata per hari.
Selama ini kebutuhan rata-rata per hari mencapai 25 ribu matriks ton secara nasional. “Kenaikannya tidak merata di awal, pertengahan dan fi akhir Ramadan. Tapi rata-rata kenaikannya 15 persen,” jelasnya.
Untuk awak Ramadan kenaikan permintaan elpiji di seluruh Indonesia sebesar tujuh persen.  Di pertengahan ini kata Mas’ud tidak ada kenaikan.
Baru kenaikan elpiji akan meningkat di H-2 dan H-3. Saat itu permintaan bisa mengalami kenaikan hingga 20 persen.
Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada elpiji subsidi. Elpiji non subsidi juga mengalami kenaikan. “Karena tidak hanya rumah tangga yang memasak, pusat perbelanjaan, restoran juga banyak orderan,” tukasnya.
Dengan semakin banyaknya permintaan, Pertamina secara otomatis menambah stok. Jika selama ini stok elpiji cukup untuk 16 hari maka kini ditambah untuk 17 hingga 18 hari.
Jika selama ini kebutuhan per hari 25 persen maka jika kenaikan diprediksi 15 persen maka stok mencapai 28 ribu metriks ton per hari.
“Makanya kita berharap tidak ada keluhan elpiji langka. Juga kenaikan harga yang melebihi harga ecerannya. Kalau ada yang mengalami itu silahkan laporkan ke kami dan segera tim akan melakukan operasi pasar,” tandasnya.
General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V,  Werry Prayogo menambahkan di Jawa Timur, stok elpiji dipastikan aman. Distribusi juga dilakukan dengan lancar untuk mengantisipasi permintaan yang melonjak.
“Tapi di Jatim kenaikannya tidak banyak. Sejauh ini tujuh hingga sepuluh persen dari 4.500 metriks ton kebutuhan per hari,” ujarnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.