SERTIPIKAT : Bupati Sambari menyerahkan serpikat tanah hibah dari Pemkab Gresik untuk pembangunan MAN 3 Gresik duta/much shopii

GRESIK | duta.co – Kendati Gelora Joko Samudero (Gejos) sudah disulap menjadi Pondok observasi dan rehabilitasi covid-19 dengan berbagai fasilitas dan gratis bagi warga Gresik, ternyata pasien positif covid-19  tak berminat. Termasuk, rumah sakit rujukan. Buktinya, mereka lebih memilih melakukan isolasi secara mandiri.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sanbari Halim Radianto dihadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta 15 rumah sakit (RS) di Gresik sebelum acara penyerahan bantuan ventilator untuk 17 RS rujukan Covid 19 di Gresik, Lamongan dan Jombang serta penyerahan sertipikat dari Pemkab Gresik untuk pembangunan madrasah aliyah negeri (MAN) 3 Gresik, Kamis (17/09) kemarin.

“Yang menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina dan RS Semen Gresik ada 24 orang. Sekitar 49 orang dengan yang di Gejos,”ungkap dia.

Menurut Sambari, perkembangan penyebaran kasus Covid di Gresik yang pada akhir akhir ini sudah menunjukkan data perbaikan. Sampai Rabu (16/09) kemarin, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Gresik mencapai 2989 kasus dan 190 orang melaksanakan isolasi mandiri.

Sambari juga berterima kasih kepada Gubernur Jatim atas bantuan ventilator ini. Bupati mengatakan bahwa selama ini pihaknya sudah intens dalam melaksanakan pencegahan Covid-19 ini.

“Saya sudah minta bantuan TNI dan Polri untuk memberikan pengawasan ekstra agar mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri ini tidak berkeliaran dan menularkan ke yang lain,” tandas Sambari.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa setelah penyerahan bantuan ventilator tersebut juga dilakukan training tenaga operator ventilator dari hasil bantuan USAID.

“Kami berharap memang bantuan ventilator ini tidak digunakan. Karena ventilator hanya dibutuhkan kepada penderita kasus covid yang sangat membutuhkan bantuan pernafasan. Semoga kasus covid di Gresik dan beberapa daerah di Jawa Timur tidak sampai membutuhkan ventilator,” harapnya.

Khofifah juga memuji keseriusan Bupati Sambari dan Pemkab Gresik dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Bahkan, Kabupaten Gresik selalu update untuk data covid-19.

“Gresik merupakan satu-satunya Kabupaten yang paling aktif dan tepat waktu dalam mengupdate data Covid-19. Gresik juga menjadi perhatian masyarakat secara Nasional maupun dunia karena pelanggar protokol kesehatan dihukum menggali kubur jenazah pasien covid-19.

Terkait Program bagi-bagi masker yang secara terus menerus seperti yang disampaikan Bupati, Gubernur Jatim memberikan apresiasi yang positif.

 “Bagi-bagi masker itu suatu keharusan, karena masker sudah menjadi kebutuhan. Sesuai Protokol Kesehatan, era new normal ini masker bukan hanya kewajiban tapi suatu kebutuhan. Saya berharap masker ini dijadikan salah satu dress code di era new normal ini” katanya.

Selain penyerahan bantuan ventilator, Gubernur juga menyerahkan bantuan masker, bantuan sembako, dan BLT-DD serta BUMDES. pii

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry