Pelayanan kesehatan di poli mata RSUD Sidoarjo Barat, Jumat (21/11/25). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Pelayanan Poli Mata RSUD Sidoarjo Barat terus mendapat apresiasi dari pasien. Salah satunya pelayanan Poli Mata RSUD Sidoarjo Barat yang semakin menunjukkan perbaikan signifikan.

Dian (43), pasien yang memeriksakan matanya karena sebelumnya terkena debu yang menyebabkan iritasi mendapat penanganan serta diberikan obat. Namun, Dian juga diberikan surat pengantar untuk ke poli gigi, sebab diagnosa dokter terdapat radang di mata, bisa jadi dari gigi yang berlubang.

“Layanan ramah dan reaktif saat saya menanyakan perihal mata saya. Di sini saya diperiksa menggunakan alat dan diketahui ada radang. Disarankan dokter kontrol hari Jumat depan,” pungkas Dian.

dr. Clarisa Finanda, Sp.M., M.Ked.Klin., menjelaskan bahwa penyebab keluhan pasien diketahui setelah pemeriksaan, yaitu adanya peradangan dan iritasi. “Ini saya beri surat pengantar ke poli gigi di Faskes, sebab penyebab bisa jadi dari adanya gigi berlubang maupun karang gigi. Dan kontrol Jumat depan,” ujar dr. Clarisa, dokter spesialis mata tersebut.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat, dr. Abdillah Segaf Alhadad, M.M., menegaskan bahwa kepuasan tersebut menjadi dorongan bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu, kecepatan, dan ketersediaan layanan, termasuk memperkuat sistem, menambah tenaga medis, serta menghadirkan inovasi pelayanan ke depan.

Ia menyampaikan, bahwa sejumlah langkah strategis tengah disiapkan untuk memastikan pelayanan yang cepat, nyaman, dan bermutu bagi masyarakat.

Menurut dr. Abdillah Alhadad, upaya peningkatan mutu dan kecepatan pelayanan di Poli Mata akan difokuskan pada optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) guna mempercepat proses pendaftaran dan antrean.

“Ke depan kami akan mengimplementasikan langkah-langkah seperti optimalisasi SIM-RS untuk mempercepat proses pendaftaran dan antrean, serta menerapkan sistem booking online untuk mengurangi penumpukan pasien pada satu waktu,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kecepatan pelayanan juga akan ditingkatkan melalui standarisasi alur pelayanan serta penambahan tenaga medis spesialis mata dan asisten profesional.

“Kecepatan pelayanan juga ditingkatkan melalui standarisasi alur pelayanan dan penambahan tenaga medis spesialis mata atau asisten profesional untuk membantu skrining awal (triase) dan persiapan pemeriksaan, sehingga waktu tunggu untuk bertemu dokter spesialis menjadi lebih singkat,” tambahnya.

Dari sisi mutu, dr. Abdillah menegaskan bahwa program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, termasuk fellowship untuk staf medis dan perawat, menjadi kunci peningkatan kualitas.

“Inisiatif rumah sakit untuk menjadi RS Pendidikan Satelit juga secara tidak langsung meningkatkan mutu dengan menjamin adanya transfer ilmu dan peningkatan kompetensi,” ujarnya.

Selain itu, RSUD Sidoarjo Barat secara rutin menggelar Forum Konsultasi Publik sebagai bentuk komitmen menerima masukan dan keluhan pasien. Umpan balik ini digunakan untuk perbaikan fasilitas maupun pembaruan SOP secara berkala.

Terkait ketersediaan dokter spesialis mata, dr. Abdillah memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi. “Untuk memastikan ketersediaan dr. Sp.M, kita sudah berkoordinasi dengan organisasi profesi dan universitas penghasil dr. Sp.M, sehingga saat ada kebutuhan dan lulusan maka kita akan bisa mendapatkan tenaga yang kita inginkan,” terangnya.

Ke depan, RSUD Sidoarjo Barat memiliki harapan besar untuk memperluas akses pelayanan melalui pembangunan fasilitas baru.

“Harapan kedepan kita bisa memiliki gedung untuk pelayanan poli eksekutif sehingga pasien bisa mendapat pelayanan di luar jam, sehingga pasien yang tidak bisa fleksibel karena pekerjaan bisa kami layani,” pungkasnya. (loe)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry