RICUH : Demi pelayanan pihak Manajemen Tirtayasa Park melakukan perbaikan (Muhamad Mahbub/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Pasca tragedi kericuhan perang antara suporter Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta, berdampak pada taman wisata Tirtoyoso Park berada di utara Stadion Brawijaya. Ditemui di tempat kerjanya, Ayub Satria, manager, Kamis (5/9) siang, hingga kini pihaknya telah menghabiskan anggaran sebesar Rp. 60 Juta untuk perbaikan.

Selang tiga hari kericuhan ribuan suporter, awalnya berlangsung di dalam stadion kemudian menjalar hingga di Jl. Ahmad Yani, kemudian terjadi aksi pengrusakan di lokasi taman wisata. Menjadikan trauma pihak Manajemen Tirtayasa Park, sedikitnya 50 orang terpaksa dievakuasi usai kejadian tersebut.

“Saat itu ada yang lagi berenang, kemudian bersama keluarganya sekitar 50 orang terpaksa dievakuasi oleh polisi. Mereka tidak menonton sepak bola, namun sepeda motornya turut hancur. Pertanggungjawaban ini harus segera diklarifikasi,” ujarnya.

Manajemen Tirtayasa Tunggu Janji Panpel

RICUH : Manager Tirtayasa Park, Ayub Satria (Muhamad Mahbub/duta.co)

Diterangkan Ayub Satria, bila pihaknya telah berusaha membuka ruang komunikasi dengan pihak panitia penyelenggara. Kemudian didapat penjelasan, akan dikomunikasikan antara Wali Kota Kediri dengan Wali Kota Yogyakarta.

“Kami membuka komunikasikan kepada panpel, mau dikomunikasikan dengan Wali Kota Kediri dan Wali Kota Yogya. Jadi kami masih menunggu kepastiannya, melalui Pak Widodo,” jelas Manager Tirtayasa Park. Demi kenyamaan dan memberikan pelayanan kepada pengunjung, pihaknya kini terpaksa melakukan perbaikan.

Mulai taman, kursi, meja, arena permainan, rambu penunjuk hingga loket masuk beserta perangkatnya kini dalam proses perbaikan. ‘Uang yang di dalam tidak dijarah, namun uang yang di loket hilang sekitar Rp. 1 Juta.

“Hari ini kayaknya nyicil dari sisa kemarin masih jalan, masih mengalir orang yang mengambil motornya, untuk helmnya sudah diamankan di dalem situ, monggo bisa diambil. Kalau nominal angka kerugian, saya belum bisa memastikan. Kalau hanya sekedar perbaikan, ini telah habis Rp. 60 juta.

Tidak Ada Motor Hilang

RICUH : Proses pengambilan barang bukti motor di Tirtayasa Park (Muhamad Mahbub/duta.co)

Terkait proses pengambilan motor suporter, diterangkan Ipda Totok Nur Windarto, Kanit Lantas Polsek Kota menjelaskan bahwa saat ini tersisa 15 unit motor yang belum diambil pemiliknya. Dia pun menjelaskan bahwa tidak ada unit sepeda motor yang hilang.

“Masih ada 15 unit kendaraan, belum diambil dari jumlah kemarin sekitar 200an. Untuk kendaraan yang hilang tidak ada, tapi kalau hilang artinya dirusak atau dijarah memang ada. Ada beberapa telah ditemukan, namun saat ini telah dijadikan barang bukti,” terangnya.

Dimungkinkan motor yang hilang ini, pemiliknya bertempat tinggal jauh atau masih mencari STNK dan BPKB sebagai alat bukti untuk mengambil kendaraan. “Namun ada beberapa motor yang belum diambil jika di bawah jok terdapat STNKnya,” jelasnya. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry