PASURUAN | duta.co – Dalam rangka meringankan beban masyarakat sekaligus membantu dalam hal pembelian sembako yang cukup terjangkau harganya yang biasanya mengalami kenaikan di bulan Ramadhan maupun jelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar Pasar Murah Ramadhan 2017, yang rencananya di gelar di seluruh Kabupaten Pasuruan.

Pasar murah tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, di Lapangan Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Selasa (30/5/2017), yang dihadiri juga oleh Wakil Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha, Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Lulis Irsyad Yusuf bersama Wakil Ketua I dan II, Kapolres Pasuruan, AKBP Muhammad Aldian, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Martomo, Para Kepala OPD (organisasi perangkat daerah), camat dan ratusan warga yang sudah tak sabaran ingin memborong sembako murah itu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Pasuruan, Soeharto mengatakan, pasar murah dilaksanakan selama 11 hari di 10 lokasi, yakni tanggal 30-31 Mei di Lapangan Desa Nguling, 5 Juni di Lapangan Desa Kawisrejo, Rejoso, 6 Juni di Lapangan A Yani, Gratitunon, 7 Juni di Lapangan Desa Wonosari, Gondangwetan, 8 Juni di Lapangan Polsek Desa Jatirejo, 12 Juni di Lapangan Desa Genengwaru, Rembang, 13 Juni di Lapangan Desa Jatisari, Purwodadi, 14 Juni di Lapangan Desa Sengonagung, Purwosari, 15 Juni di Lapangan Desa Jerukpurut, serta 19 Juni di Lapangan Desa Wrati, Kejayan.

“Kita pilih lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat, sehingga tidak kesulitan baik dalam hal akses transportasi maupun luas lokasi itu sendiri, ”papar Soeharto di sela-sela acara.

Gelaran Pasar Murah sendiri menghadirkan segala kebutuhan rumah tangga, khususnya sembilan bahan pokok, di mana total lebih dari 50 peserta yang berpartisipasi dalam event tersebut, lanjut Soeharto, para peserta pasar murah diantaranya beberapa OPD terkait seperti Disperindag, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, PKK Kabupaten hingga Kecamatan, Bank Jatim, PG Kedawung, UKM dan IKM serta beberapa perusahaan di Kabupaten Pasuruan.

“Gelar pasar murah ini memiliki nilai strategis, karena selain dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah, juga sebagai sarana mendukung berkembangnya UKM dan pelaku usaha lainnya dalam membangun citra produk unggulan Kabupaten Pasuruan, ”tutupnya.

Sementara itu, Bupati Irsyad dalam sambutannya berharap agar barang-barang yang dijual dalam Pasar Murah betul-betul terjangkau oleh masyarakat, sehingga selain sebagai sarana untuk menggelar produk dengan harga murah, juga sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jangan sampai harganya ternyata mahal, sehingga mengecewakan masyarakat. Harus benar-benar murah dan memiliki selisih yang cukup banyak dengan di pasaran pada umumnya, ”beber Irsyad dalam sambutannya.

Selain itu, kepala daerah yang populer disapa dengan Gus Irsyad itu juga menghimbau agar Disperindag sebagai panitia utama, bisa melakukan sosialisasi pasar murah, jauh sebelum pelaksanaan pasar murah itu sendiri. “Kalau ternyata masyarakat tahunya hari ini, pasti jumlahnya tidak akan terlalu banyak. Saya harapkan sosialisasi dilakukan jauh-jauh hari, agar pesan yang disampaikan betul-betul tersampaikan. Barang-barang yang dijual juga cepat habis, ”jelas dia.

Di sisi lain, dari pantauan di lapangan, beberapa jenis sembako yang dijual di Pasar Murah terbukti murah, lantaran memiliki selisih antara Rp 200-Rp Rp 500 per satu jenis sembako. Beras misalnya, hanya dijual Rp 8500/kg, padahal di pasar pada umumnya dijual dengan harga Rp 9000, begitu juga dengan harga gula yang biasanya dijual dengan harga Rp 13.000-Rp 15.000, kini hanya dijual dengan harga Rp 12.000/kg.

Telur juga begitu, dari harga Rp 20.000 kini masyarakat dapat membeli hanya dengan harga Rp 18.000, kemudian minyak goreng yang biasanya dijual Rp 13.000, dalam pasar murah hanya sebesar Rp 11.500. Sedangkan cabai merah dijual dengan harga Rp 42.000/kgn, bawang putih dengan harga Rp 38.000/kg serta bawang merah dengan harga Rp 23.000/kgnya. (dul)

—————

Keterangan Foto: Warga antusias membeli beras murah dari Bulog di sebuah truk. (foto duta.co: abdul)