Pemprov Jatim gelar pasar murah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat di Alun-Alun Desa Drajat, Paciran, Lamongan, Minggu (01/11/2026). Tampak pada gambar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sembako kepada masyarakat pada giat tersebut. (dok/duta.co)

LAMONGAN | duta.co  – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat stabilisasi harga dan menjaga daya beli masyarakat melalui program pasar murah. Kegiatan ini menjadi salah satu program prioritas Gubernur Jawa Timur sekaligus rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pasar murah digelar di Alun-Alun Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu (1/11/2026), dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan produk industri kecil dan menengah (IKM) dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jatim, Iwan, mengatakan pasar murah memiliki sejumlah tujuan strategis, terutama untuk merespons kenaikan harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik menjelang akhir tahun.

“Pertama, tentunya untuk stabilisasi harga yang sekarang mulai merangkak naik. Kedua, menjaga daya beli masyarakat. Ketiga, mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat, dan yang keempat adalah pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM),” ujarnya.

Menurutnya, pasar murah tidak hanya menjadi sarana menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi sekaligus membuka peluang bagi pelaku IKM untuk memperluas pemasaran produk mereka.

Dalam setiap pelaksanaan pasar murah, sekitar 10 IKM dilibatkan untuk menawarkan berbagai produk kepada masyarakat. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara penyedia kebutuhan pokok, pelaku usaha dan konsumen.

“Empat fungsi ini terus kita gulirkan. Salah satunya adalah pemberdayaan IKM. Dalam satu kali event pasar murah, ada sekitar 10 IKM. Kalau terus kita kalikan, akan terbentuk satu ekosistem ekonomi di dalam pasar murah ini,” jelasnya.

Iwan menambahkan, pelaksanaan pasar murah akan terus diperluas ke berbagai wilayah, terutama menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Salah satu warga, Anisa, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah di Alun-Alun Desa Drajat. Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran sehingga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Saya tadi membeli beras, telur, dan daging untuk kebutuhan keluarga. Harapannya, pasar murah seperti ini bisa terus diadakan,” tuturnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat semakin mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan menjelang momentum akhir tahun. (dam)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry