LENGANG. Pasar Cakar Ayam Kota Mojokerto tampak lengang, hanya sebagian pedagang yang buka. DUTA / YUSUF W

MOJOKERTO | duta.co – Pasar Cakar Ayam. yang terletak di Keluraha Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto yang dibangun dengan harapan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitarnya ternyata tidak sesuai harapan. Penyebabnya, kebanyakan pemilik lapak bukan pedagang dan bukan warga sekitar serta orang titipan.

Pantauan di lapangan, dari 104 lapak yang tersedia, hanya sekitar 30 persen saja yang benar-benar aktif, termasuk dua penjual nasi yang berada di tengah dan selatan. Selebihnya ada yang sama sekali tidak buka dan ada pula yang hanya sekadar menggantungkan serenteng barang dagangan berupa saset.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, pemilik lapak kebanyakan bukan pedagang sehingga banyak lapak yang tidak buka. Lebih dari itu, pemilik lapak banyak yang bukan warga sekitar bahkan ditengarai ada yang dari luar kota.

Sebelumnya pasar Cakar Ayam ini merupakan pasar loak yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Kemudian pasar loak direlokasi ke pasar Kliwon. Selanjutnya eks pasar loak ini dibangun untuk dijadikan pasar tradisional dengan menelan anggaran lebih dari Rp 3 miliar. Peresmiannya dilakukan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada akhir bulan April lalu.

Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo tidak menampik jika pasar Cakar Ayam yang diresmikan empat bulan lalu itu sepi.

“Kita sedang melakukan evaluasi terkait pasar Cakar Ayam. Yang buka hanya sekitar 30 persen saja,” katanya, beberapa waktu lalu.

Untuk menghidupkan pasar Cakar Ayam, lanjutnya, pedagang yang sekarang akan diganti dengan pedagang yang baru.

“Pedagang yang sekarang berjualan di Jalan KH Nawawi pasar rencananya akan dipindah ke pasar Cakar Ayam Kira-kira nanti pada akhir bulan Oktober kita pindahkan,” imbuhnya.

Menurutnya,  sebelum pasar Cakar Ayam dibuka sudah dilakukan seleksi terhadap pedagang. Seleksi berdasarkan usulan dari berbagai pihak termasuk dari RT/RW.

“Sebagian pedagang pasar Tanjung yang berada Jalan Tanjung Anyar awalnya kan kita tempatkan di pasar Cakar Ayam, tapi mereka kembali pasar Tanjung karena di pasar Cakar Ayam sepi,” jelasnya.ywd

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry