Sarasehan yang bertajuk Purna Menuju Bahagia yang dihadiri para pensiunan PWRI Kecamatan Purwodadi. (DUTA.CO/Raffael)

PASURUAN | duta.co – Sarasehan yang bertajuk ‘Purna Menuju Bahagia’ yang digelar atas kerja bareng Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dengan Kampung Pancur, digelar di wisata Kampung Pancur, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Minggu (15/9) siang, gugah peserta sarasehan.

Pasalnya, para pensiunan curhat soal kurangnya aktivitas keseharian yang memunculkan masalah para orang tua. Sehingga dimungkinkan akan mengganggu kesehatan. “Untuk para pensiunan ini, bisanya hanya jalan ke belakang dapur, ke depan ruang tamu dan tengah nonton TV,” ujar Suparman, pengurus PWRI Kabupaten Pasuruan.

Selama tiga periode itu, kegelisahan acapkali dialami, sehingga mereka yang tergabung dalam PWRI mendapatkan tambahan berupa gaji ke-13 dan tunjangan hari raya, sejak 2017 lalu. “Saat itu Kongres tahun 2016, kita semua langsung minta ke Menteri Dalam Negeri, Pak Cahyo Kumolo. Alhamdulillah ada disetujui,” imbuhnya.

Pada prinsipnya, meski tunjangan bulanan didapatkan, hal cukup utama adalah adanya kebijakan yang lebih membuka ruang untuk pensiunan pegawai negeri itu. Harapannya, mereka bisa lebih aktif dan lebih produktif. “Yang diharapkan para pensiunan gak ada lagi ya intinya ada perhatian dari pemerintah agar lebih sejahtera,” harap Suparman.

Sekretaris Camat Purwodadi, Sucahyo menambahkan cerita pengalaman sejumlah pensiunan di Purwodadi yang kesulitan saat mencoba menghimpun diri. Meski mendapat tempat untuk berkumpul, namun mereka masih harus menghadapi persoalan finansial, untuk menjalankan kegiatannya. “Saat itu, papan nama saja nggak punya,” ujar Cahyo, saat bercerita upaya pensiunan

Menyikapi problematika kelompok, termasuk kalangan kelompok lanjut usia tersebut, Sugiarto, anggota DPRD Kabupaten meminta untuk tak segan datangi kantor dewan, untuk menyuarakan aspirasi. “Kami ini wakil jenengan. Mohon jangan sungkan untuk datang ke kantor dewan. Bisa tulis surat dulu. Nanti bisa hearing,” ucap Sugiarto, wakil Dewan dari Purwodadi ini.

Ia menyadari, jika sampai saat ini, pemerintah secara umum terkesan masih belum maksimal dalam penanganan kepada mereka yang berusia lanjut. Meski sudah purna sekalipun masih memiliki hak dan kesempatan untuk dilibatkan dalam kegiatan yang berujung juga pada upaya kemajuan Kabupaten Pasuruan.

Diungkapkan oleh Sugiarto, pemerintah sedianya memiliki banyak program kegiatan yang bisa diberikan secara simultan kepada kelompok lansia.

“Bapak-ibu yang telah purna, jenengan buat saja pengajuan berbagai bidang, seperti membuat ternak dan kolam ikan atau lainnya,” papar dia, yang siap akan memfasilitasi para lanjut usia.

Pengajuan kegiatan dalam berbagai bentuk tersebut, setidaknya dapat menjadi sarana silaturahmi yang lebih produktif bagi para pensiunan, sehingga bisa meningkatkan mental untuk tetap berkarya meski lanjut usia. “Jangan sampai ajukan proposal itu hanya untuk mendapatkan sumbangan. Jadi ada cara yang lebih baik,” tandas Sugik. (raf)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry