SURABAYA | duta.co – Menarik! Masih dalam Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rabu (16/1/2019) para pecinta pemikiran cucu pendidiri NU ini menggelar halaqah ekonomi bertemu “Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur” di Hotel Namira, Surabaya.

Mereka menghadirkan ekonom nasional Dr Rizal Ramli dan ekonom pesantren KH Mahmud Ali Zain dari PP Sidogiri, Pasuruan. Halawah ini akan dimoderatori Luthfi Hakim, PWI Jatim.

“Ini forumnya yunior-yunior yang, tidak pernah bertemu langsung dengan Gus Dur. Mereka anak-anak muda, hanya mendengar, membaca kehebatan beliau. Hari ini ingin memperluas bacaan sekaligus pendengaran tentang konsep ekonomi Gus Dur. Beliau memimpin negeri ini dalam posisi sulit,” demikian Hartono, SKom yang didapuk menjadi ketua panitia halaqah ekonomi kepada duta.co, Selasa (15/1/2019).

Menurut alumni ITS Surabaya ini, banyak sekali para pecinta Gus Dur yang selama ini hanya mendengar dari buku, surat kabar, internet. Mereka belum banyak mendengar langsung dari saksi-saksi hidup tentang kehebatan Gus Dur.

“Anak-anak ini, zaman Gus Dur mungkin masih duduk di bangku SD, tetapi, semangatnya untuk mempelajari pikiran-pikiran beliau, sungguh luar biasa. Atas dukungan para senior mereka difasilitasi menggelar halaqah-halaqah, termasuk dengan orang dekat Gus Dur seperti Pak Rizal Ramli dan KH Mahmud Ali Zain,” jelasnya.

hartono (tengah), dan Hanif (paling kiri) serta Mabbarus Sholeh (paling kanan). (FT/MKY)

Masih menurut Hartono, sengaja dibuat forum pecinta Gus Dur karena mereka ini datang dari berbagai aktivis lintas kampus, baik dari PMII maupun organisasi kampus lain. Begitu juga asal kuliah, ada yang masih kuliah di ITS, UIN, Unesa, UB (Malang), dll.

“Ke depan kita ingin membuat kajian rutin. Kalau bisa di Museum NU bersama tokoh-tokoh NU yang peduli dengan gagasan besar Gus Dur,” sela Mabarrus Sholeh, yang juga aktif di PMII ITS ini.

Ingin Undang Adhie M. Massardi

Hal yang sama disampaikan Hanif Ade Rahmawan. Menurut lelaki asal Jombang ini, tidak cukup hanya membaca literasi tentang Gus Dur. Dia dan kawan-kawan sepakat untuk mendekat kepada para tokoh yang, selama ini menjadi penganut gagasan besar Gus Dur.

Selain konsep ekonomi, Gus Dur juga dikenal sebagai tokoh demokrasi, penegak toleransi. Tetapi, belakangan hasil ikhtiar panjang Gus Dur ini menurut Adhie M. Massardi, mengalami kerusakan yang nyaris permanen.

Bila tetap memperingati haul, sebaiknya memakai tema-tema yang progresif, tidak sekedar bernostalgia dalam romantika yang semu, tapi menjadikan momentum haul ini untuk memulai merestorasi karya-karya politik beliau. Digelarlah halaqah ekonomi.

“Apa yang disampaikan Pak Adhie ini cukup menggugah kami. Pada saatnya kami ingin undang beliau untuk bisa memberikan penajaman pemikiran Gus Dur, semoga ikhtiar ini berjalan dengan baik,” jelas Hanif. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.