Habib Hadi memantau penýaluran bansos dan meluncur ke rumah Sukarsih. (duta.co/fathul)

PROBOLINGGO | duta.co – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memantau penyaluran dana bantuan sosial (bansos) dan mengantarkan kursi roda di Kelurahan Mangunharjo, Rabu (14/7).

“Kelurahan ini termasuk yang terpadat, berjumlah 415 KK. Di sini kami bagi jadi 3 hari pembagian bansosnya. Alhamdulillah semua kelurahan di 4 kecamatan di Kota Probolinggo hari ini sudah menyelesaikan penyaluran bansos tersebut hari ini,” ujar wali kota.

Total ada sekitar 2.900 lebih warga Kota Probolinggo yang menerima bansos berupa uang tunai sebesar Rp 200.000.

Habib Hadi menegaskan, semua penerima bansos tersebut sudah terdata dengan rapi dan tertib di tiap kelurahan. Wali kota juga menunjukkan langsung data-data penerima bansos itu kepada media dan masyarakat.

“Saya harap bansos ini bisa membantu masyarakat selama masa PPKM darurat ini diberlakukan. Saya juga himbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu selama masa PPKM darurat ini,” himbaunya.

Serahkan Kursi Roda

Dari kantor Kelurahan Mangunharjo, wali kota bergeser menuju Jl Brigjen Katamso, Gang Sunggi, Kelurahan Mangunharjo. Di sana dia menjenguk salah seorang warganya, Sukarsih.

Habib Hadi mendapat  informasi, ada seorang nenek yang sakit dan masih belum tersentuh perhatian dari pemerintah. Wali kota pun menanyakan keadaan nenek tersebut kepada anaknya.

Ia juga memanggil dokter Puskesmas Jati setempat untuk memeriksa kesehatan Sukarsih. Tak hanya itu, wali kota juga memberikan bantuan berupa kursi roda kepada nenek itu.

“Saya tidak ingin ada warga saya yang seperti ini selama saya menjabat. Warga yang ada dimohon untuk memberitahu kami bila ada warga kurang mampu yang sakit dan belum mendapat perhatian dari pemerintah. Jangan lupa untuk menggunakan layanan ambulans dengan menghubungi nomor 112 dan itu gratis  24 jam,” jelasnya.

Titin, anak ibu Sukarsih mengaku belum disentuh bantuan pemerintah terkait pelayanan kesehatan itu. Selama ini ia membelikan obat sendiri untuk ibunya.

“Soal ambulans gratis itu saya tidak mengerti, berhubung tetangga saya adalah sopir ambulans maka saya minta tolong ke dia. Ibu saya sempat dirawat selama 10 hari di RS. Saya sangat senang dan berterima kasih kepada wali kota karena sudah memberikan perhatiannya kepada kami. Karena untuk memeriksakan ibu saya ini kami tidak memiliki biaya,” katanya.

Pemkot Antisipasi PPKM Darurat

Wali kota mengungkapkan, guna menekan penularan Covid-19, Pemerintah Kota Probolinggo memberlakukan  PPKM darurat.

Menurut Habib Hadi, Pemkot Probolinggo sadar, bahwa ketika PPKM darurat diberlakukan tentunya banyak dari kalangan masyarakat yang mengeluh karena sulitnya mencari penghasilan.

Oleh karenanya, ketika PPKM darurat diberlakukan sejak 3 Juli 2021 lalu, Pemerintah Kota Probolinggo sudah mempersiapkan berbagai hal, termasuk penyaluran dana bansos guna meringankan beban masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM darurat yang dimulai sejak 12 Juli 2021. hul/adv

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry