SURABAYA | duta.co – Perubahan nama jalan Gunungsari menjadi Prabu Siliwangi tampaknya tak akan berpengaruh terhadap administrasi kependudukan warga sekitar Jalan Gunungsari. Hal ini diketahui setelah mereka inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

Sejumlah anggota Panitia khusus (Pansus) perubahan nama jalan DPRD Kota Surabaya, Agustin Polianan (Ketua Komisi D) dan Junaedi (Wakil Ketua Komisi D) serta Reni Astuti (anggota komisi D) mengunjungi lokasi didampingi oleh Kabag Hukum, dan sejumlah staff Dinas pemukiman rakyat, tata kota dan Cipta Karya Pemkot Surabaya.

Kunjungan ini juga dilakukan setelah ketua Pansus perubahan nama jalan Fatchul Muid mengundurkan diri. “Kita kurangi panjang jalan Gunungsari yang akan diubah namanya nanti. Ini juga telah dikonsultasikan ke Pemprov Jatim. Sekarang Ketuanya ya Agustin Poliana yang selama ini Wakil Ketua Pansus,” ungkap Junaedi anggota Pansus, saat di lokasi, Jumat (10/8/2018) sore.

Agustin menjelaskan, jalan yang akan dirubah namanya sekitar 500 meter, yakni mulai pintu masuk tol jalan Mastrip sampai rolak Gunungsari. “Cuma itu saja yang kita rubah, selainnya tetap Jalan Gunungsari. Sehingga tidak berdampak pada administrasi kependudukan warga,” ungkap Agustin.

Ia menambahkan, jalan Gunung Sari akan tetap ada yakni mulai dari depan jalan Yani Golf 1 (atau depan Bumi Marinir Gunungsari) sampai Joyoboyo. “Di sepanjang jalan itu tidak ada perubahan nama, tetap Gunungsari. Cuma dipindah saja ke seberang sungai depan Hotel Singgasana dan Yani Golf 1,” jelasnya.

Ia menambahkan, batas tetengernya adalah bangunan bersejarah di Yani Golf. Untuk jalan dinoyo tidak ada masalah karena warga sudah sepakat semua namanya dirubah

“Ada sekitar 35 KK penduduk jalan Dinoyo yang terkena dampak perubahan nama jalan. Namun kesemuanya sudah sepakat dan menyetujui,” pungkas Agustin. (azi)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.