BATAL : Rombongan Panglima TNI dan Kapolri saat bagikan sembako di Madura pada Senin pagi (ft/istimewa)

KEDIRI | duta.co – Kabar terbaru dari sumber di Mabes TNI, bahwa kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, kepada ulama Kediri di Ponpes Al Falah Desa Ploso Kecamatan Mojo, batal.

Sejumlah persiapan telah dilakukan pihak pengasuh pondok dibantu TNI dan Polri untuk menyambut kehadiran orang nomor satu di tubuh TNI dan Polri ini. Mulai pemasangan tenda, karpet, pembersihan seluruh kawasan pondok hingga prajurit TNI melakukan pembersihan lapangan rencana untuk pendaratan helikopter.

“Kabar terbaru yang kami terima, bapak Panglima TNI dan Bapak Kapolri batal tidak bisa hadir, dan akan diwakilkan,” jelas KH Muhammad Ma’mun Dzajuli, Ketua PCNU Kabupaten Kediri, merupakan keluarga Pengasuh Ponpes Al-Falah saat dikonfirmasi, Selasa dini hari.

Panglima TNI maupun  Kapolri, memang, hari-hari ini sedang berada di Jawa Timur. Hadir di sejumlah kegiatan seperti Pamekasan. Bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Tito Karnavian dan Hadi Tjahjanto membagikan 1000 sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

Kepala Bakorwil Pamekasan, Alwi Beiq menyampaikan, terima kasih kepada Jenderal Pol Tito Karnavian dan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang sudah memberikan bantuan 1000 sembako kepada masyarakat.

“Saya ucapakan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang sudah mewujudkan Sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah serta Kemanunggalan dengan Rakyat,” ucap Alwi Beiq sebagaimana dikutip tribunnews.com.

Hadir di Ngawi

Menurut rencana, keduanya berkunjung ke Kediri. Tetapi, tiba-tiba batal, dan kabar terakhir mengukuti agenda Presiden Jokowi di Kabupaten Ngawi. Selanjutnya untuk acara di Kediri, posisi Panglima TNI akan diwakili Kapusbintal TNI.

Sebelumnya, beredar mitos yang dipercayai warga Kediri dan sekitarnya, bahwa di tengah hajat nasional sebaiknya tidak melangkahi ‘Sungai Brantas’, bila pejabat tinggi negeri ini hingga setingkat presiden datang, melangkahi ‘Sungai Brantas’ maka, dikemudian hari akan muncul goro-goro.

“Barang siapa, pemimpin tertinggi memasuki kota santri, apalagi berani menyeberangi Sungai Brantas, memang ada mitos seperti itu,” jelas sosok budayawan, tidak ingin disebutkan namanya ini.

Merujuk kisah sejumlah, seperti yang dialami almaghfurlah Presiden Abdurraham Wahid sampai terhangat kasus OTT KPK kepada Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, usai menghadiri acara di Bukit Daun Hotel Kediri hingga Menpora Imam Nahrawi, yang minggu lalu menghadiri acara program televisi digelar di GOR Jayabaya.

“Kini namanya santer sudah disebut dalam persidangan kasus yang ditangani KPK yakni kasus dana hibah KONI. Semua ini memang kita serahkan kepada Allah Swt. Kita berharap semua berjalan baik, namun bila nanti terjadi musibah, semua itu atas kehendakNya. Tidak perlu terlalu dibesar-besarkan, apalagi berlebihan,” jelas tokoh spiritual yang dikenal akrab di kalangan anak muda ini. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry