TRENGGALEK | duta.co – Dalam upaya meminimalisir terjadinya pohon tumbang di kawasan permukiman warga, Pemkab Trenggalek melalui Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) setempat melakukan perantingan terhadap sejumlah pohon yang ditengarai rawan tumbang.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas PKPLH Kabupaten Trenggalek,  Muyono dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan pemangkasan pohon tersebut dimaksudkan guna meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan yang diakibatkan dari pohon tumbang.

“Yang kita pangkas itu cabang dari pohon itu, terutama pohon yang kita perkirakan rawan tumbang. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya risiko yang diakibatkan dari pohon yang tumbang,” ungkapnya, Kamis, (10/1/2019).

Untuk itulah, setiap hari terutama di musim penghujan ini, petugasnya di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh pohon yang berada di kawasan perkotaan.

“Kita kerahkan petugas kami untuk memangkas ranting-ranting itu utamanya dalam kurun seminggu ini,” lanjutnya.

Menurut Muyono, bila terjadi pohon tumbang yang disebabkan dari peristiwa alam, lalu kemudian menimpa rumah warga atau kendaraan, maka hal itu bukan menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah.

“Namun demikian bila hal itu dikaji lebih dalam dan terdapat unsur kelalaian, maka hal itu bisa menjadi tanggung jawab Pemkab Trenggalek,”tandasnya.

Sementara, Sunani, warga kelurahan Sumbergedong, mengaku sepakat dengan adanya pemangkasan cabang pohon di perkirakan rawan tumbang.

“Sebagai warga Kota Trenggalek, saya sangat sepakat dengan apa yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek dalam upaya memangkas sebagian cabang pohon. Hal ini tentunya akan mengurangi adanya risiko pohon tumbang yang akan menimpa atap rumah warga dan pengguna jalan,” pungkasnya. (ndik/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.