SURABAYA | duta.co – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh pihak untuk mengantisipasi kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri  hingga kedatangan warga negara asing (WNA) yang masuk ke Jawa Timur melalui bandara.
Bukan tanpa sebab, upaya itu dilakukan oleh dirinya untuk mencegah terjadinya penyebaran varian pandemi MU.
“Ingat kasus Bangkalan. Bangkalan itu tidak lewat Juanda. Juanda waktu itu terperinci,” kata dia.
“Mungkin tidak lewat Juanda, tapi bahayanya nanti turun dia lewat Banjarmasin, terbang ke Semarang. Nah disitu bukan lagi sebagai PMI, tapi domestik. Kebetulan bawa varian,” imbuhnya.
Tak hanya itu saja, dirinya juga berkoordinasi dengan pihak Pemprov Jatim untuk melakukan penutupan sementara Bandara Juanda menjelang kepulangan PMI dan kedatangan WNA.
“Itu yang menjadi PR kita. Artinya walaupun nanti Bandara Juanda itu ditutup, Satgas sementara tetap ada,” imbuh Pangdam dalam rakor terbatas di Gedung Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Jumat (17/9/2021).
Suharyanto mengatakan, Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi dengan jumlah pekerja migran Indonesia terbanyak yang tersebar di beberapa negara. Menurutnya, langkah penyekatan harus diberlakukan untuk mengantisipasi kepulangan PMI dan kedatangan WNA ke Jawa Timur.
“Mungkin harus kita sekat dan kita periksa,” tegasnya. rm
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry