BOJONEGORO Puta – Lahan tembakau memasuki masa tanam di Juni 2020 ini dan masa panen di pertengahan Bulan September mendatang.

Namun Dinas Pertanian (Diperta) Bojonegoro menjamin tidak over produksi. Dikarenakan apabila terjadi over produksi diperkirakan akan terjadi anjloknya harga jual tembakau dari petani ke perusahaan kemitraan maupun para tengkulak.

“Untuk tidak terjadi over, kami sudah sosialisasikan ke kelompok tani tembakau untuk tidak menanam tembakau melebihi kapasitas.”

“Termasuk juga menggandeng perusahaan kemitraan untuk menanam dan membeli hasil panenan tembakau sesuai kebutuhan. Prediksi kami, panenan mendatang harga tembakau tidak anjlok,” kata Kepala Bidang Perkebunan Diperta Bojonegoro Moch. Rudianto, Rabu (24/06/2020).

Diakuinya, pengalaman panen tembakau di 2019 lalu tidak terjadi over produksi. Yakni perhektarnya, panenan tembakau Virginia sekitar 1,2 ton, tembakau Jawa 1,3 ton dan jenis tembakau rajangan a mild (Ram) mencapai satu ton.

Beruntung di saat itu pihak perusahaan kemitraan memenuhi kebutuhan, sehingga harganya tidak anjlok dan membuat petani tembakau untung. Di 2019, harga tembakau rajangan virginia terendah Rp 17 ribu perkilogram dan tertinggi Rp 33 ribu.”Tahun lalu tidak over produksi, kwalitas panenan tembakau bagus. Diminati pembeli, harganya tidak anjlok dan malah harganya mencapai dari harga standar,“ terangnya.

Diharapkan di panen tembakau mendatang harga tembakau dapat mengikuti seperti tahun lalu. Menurutnya pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan perusahaan kemitraan.

“Insya Allah, kalau petani tembakau mengindahkan himbauan kami, yakni di bulan ini tutup tanam, kwalitas akan baik. Mengingat perkiraan musim penghujan ada pada bulan sepuluh,” jelasnya.

Untuk perusahaan kemitraan menyatakan dapat menampung tembakau petani yang akan dibuka mulai SeptemberSedangkan kwalitas tembakau tidak diragukan, dikarenakan petani memulai dengan waktu tanam terbaik dengan dukungan cuaca dan perawatan yang tidak terkendala menyiapkan bedengan tembakau untuk disemai.

Luas lahan tembakau terdapat dalam 3259 Hektar (Ha) yang tersebar di 11 kecamatan diantaranya di Purwosari, Sumberrejo, Tambakrejo, Padangan, Baureno, Ngraho, Kepohbaru, Sugihwaras, Kalitidu, Kedungadem dan Sukosewu.“Petani sudah paham, upaya agar musim tembakau kali ini tidak over produksi, salah satunya adalah bertanam tanaman alternatif lainnya,“ tambahnya.

Sedangkan lahan tembakau untuk jenis tembakau, diantaranya jenis tembakau virginia ada 1.964,80 Ha, tembakau jawa ada 721,5 Ha, tembakau Ram ada 573 Ha.

Untuk perusahaan kemitraan antara petani dan pabrikan dilakukan oleh PT. Sadana Arifnusa Padangan selaku supplier HM. Sampoerna, luas binaan 650 Ha varietas tembakau Ram.

Kemitraan tidak penuh antara supplier PT Sotia Cahya Utama (SCU) selaku supplier PT Gudang Garam dengan luas 1000 Ha varietas tembakau virginia. Kemitraan tidak penuh antara PT Aliamce One Indonesia (AOI) dengan luas 126 Ha varietas tembakau jawa.

Adapun jenis bantuan dari Diperta Bojonegoro, kepada petani. Diantaranya bantuan pupuk NPK Fertila dari APBD Provinsi Jawa Timur dan bantuan benih dasar tembakau bersertifikat dari APBD Bojonegoro.”Bantuan sudah terlaksana semua,” pungkasnya. rno

Ket. Foto: Mengolah lahan untuk tanaman tembakau di Kecamatan Sumberejo Bojonegoro. (reinno pareno/duta)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry