SURABAYA | duta.co  – Warga Dukuh Bungkal, Kelurahan/Kecamatan Sambikerep, Surabaya menggelar pertandingan gulat okol, Minggu (6/10/2019). Acara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Pelaksanaan gulat okol tradisional ini layaknya seni beladiri profesional. Di setiap pertandingannya dipimpin dua pelandak (juri) yang bertugas mengawasi pertandingan untuk menjaga sportivitas.

Dalam pelaksanaan gulat okol ini yang menang mendapat hadiah berupa kaos. Tradisi ini terus dijalankan untuk menjaga sekaligus melestarikan budaya daerah. Selain itu, gulat okol sangat populer di kalangan masyarakat setempat mulai anak-anak hingga dewasa.

“Sebelum gulat okol dimulai, masyarakat menyelenggarakan tasyakuran dengan ritual sedekah bumi. Umumnya warga membawa hasil panen sawah dengan di arak keliling kampung,” ujar Sariadi ketua RW 03 Dukuh Bungkal, Sambikerep, Surabaya.

Diiringi lantunan musik gamelan khas Jawa Timuran, masing-masing peserta berusaha menjatuhkan lawannya di atas matras yang terbuat dari jerami. Tentu pertarungan itu mendapat sorak-sorai penonton untuk menambah semangat peserta.

“Pertandingan ini wujud masyarakat Dukuh Bungkal dalam melestarikan tradisi leluhur. Ritual tahunan ini merupakan adat budaya yang sudah turun temurun,” kata Suriadi.

Menurutnya, ritual sedekah bumi dan gulat okol tradisional ini digelar atas partisipasi dan swadaya, dari sekitar empat ribu Kepala Keluarga (KK) Dukuh Bungkal, Klurahan/Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Basori salah satu peserta Dewasa mengaku ini menjadi tahun ketiganya ambil bagian gulat tersebut. “Tahun lalu kalah sekarang menang. Tapi saya senang,” tutur Basori.  tom

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry