OPTIMALISASI LAHAN : Aktivitas di lokasi tambang mikik RNT di Pasuruan. DUTA/ ist

SURABAYA | duta.co – Pandemi, membuat PT Rolas Nusantara Tambang (RNT) harus mencari alternatif pemasaran agar operasional perusahaan bisa terus berjalan. Salah satunya adalah dengan mencari kontrak kerjasama jangka panjang.

Karena itu RNT mencoba untuk memanfaatkan sinergi BUMN agar bisa terwujud bisnis yang saling menguntungkan.

Salah satunya dengan Varia Usaha Beton, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. “Kita kan bergerak di bidang tambang, menghasilkan batu kerikil kecil yang biasanya untuk bahan cor. Sangat cocok dengan bisnisnya Varia Usaha Beton. Makanya kita sudah jalin kerjasama jangka panjang,” ujar Aryo Sesotya Gumilang selaku Manajer Keuangan dan Umum PT RNT.

Kerjasama jangka panjang minimal lima tahun itu sangat membantu. Apalagi di masa pandemi, penyerapan pasar untuk hasil tambang sangat minim. “Permintaan jauh menurun sejak pandemi. Sehari, sekarang hanya melayani 10 hingga 15 truk tronton. Sebelumnya sangat banyak. Padahal operasional harus terus berjalan karena kami tidak ingin ada pemutusan kerja,” tukas Aryo.

Kerjasama jangka panjang dengan tiga perusahaan itu baik pemerintah maupun swasta itu, diakui Aryo bisa membuat RNT bisa ‘bernafas’. “Semua perusahaan tambang sekarang sangat kesulitan untuk menjual, kami beruntung ada relasi sesama BUMN,” tuturnya.

Lahan tambang milik RNT yang merupakan anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII ini terletak di Pasuruan dengan luas sekitar 20 hektar. Dari 20 hektar itu yang baru dioperasionalkan sekitar 8 hektar. Sisanya masih dikerjakan secara bertahap.

Dikatakan Aryo, sebenarnya PTPN XII ingin melakukan optimalisasi lahan miliknya. Dengan kontur tanah berbatu, lahan tersebut tidak bisa difungsikan selain ditanami pohon randu.

Dengan kondisi itu, PTPN XII mendirikan anak usaha yakni RNT agar bisa menggarap optimalisasi lahan itu. Apalagi, PTPN XII tidak boleh menggarap lahan itu sendiri karena terkait regulasi.
“Kita ingin ada komoditas holtikultura lainnya yang bisa ditanami di sana. Makanya kami optimalisasi lahan itu,” kata Aryo. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry