Elly Dwi Masita 

Dosen Prodi S1 Kebidanan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

MASA Pandemi merupakan memberikan lonjakan dampak di segala sektor, termasuk pencapaian personal well being.

Dampak ini tidak hanya dirasakan orang tua, melainkan anak- anak yang  kehilangan masa terindahnya. Pemberlakuan kebijakan pandemi menggoreskan tinta hitam pada perkembangan anak, pendidikan anak bahkan hak anak.

Orang tua yang menjadi sandaran kuat mengalami kerapuhan dalam pendampingan perkembangan. Dominasi ibu saat pendampingan perlu mendapat dukungan yang kuat dari ayah.

Namun kenyataannya, ayah pun menjadi seorang yang lemah dalam pendampingan perkembangan anak. Peran ayah seolah- olah hanya sebagai pengumpul pundi ekonomi sehingga mampu meningkatkan citra keluarga. Sedemikiankah peran ayah?

Ayah sejatinya diciptakan sebagai makhluk Allah dengan anugerah yang tak bisa dilukiskan.  Pundak ayah yang kokoh tidak hanya menjadi cangkul ekonomi, namun lebih mengisyaratkan bahwa pundak ayah merupakan sandaran kasih sayang.

Tangan ayah yang kekar bukan hanya sebagai simbol kekuatan, namun di tangan ayahlah seorang anak mampu merajut interaksi, baik interaksi individu maupun interaksi sosial. Kaki ayah yang tak kenal lelah bukan hanya sebagai pengejar laju rupiah, namun kaki ayah mampu membangun hentakan kedisiplinan, mengajarkan tanggung jawab.

Suara sapron dari ayah yang menggelegar bukan hanya sebagai suara hentakan ketika anak melakukan kesalahan, namun suara itu harus mampu membawa alam bawa sadar anak dalam kondisi relaksasi sehingga apapun yang disampaikan oleh seorang ayah menjadi bagian aliran darah dan nafas saat dewasa nanti.

Mata ayah yang tajam bukan sekedar sebagai simbol sosk laki- laki yang kuat, namun ketahuilah bahwa mata ayah mampu mengalirkan nilai- nilai kebijakan, sehingga anak mampu mengolah diri.

Kemampuan ayah dalam membagikan hasil jerih payahnya mengisyaratkan bahwa ayah adalah seorang akuntan yang luar biasa, sehingga mampu meneteskan benih kecerdasan dalam anak.

Karena itu, ayah hendaklah kembali ke rumah ketika lelah melanda, memberikan senyum sehingga kepercayaan diri anak semakin tumbuh subur. Dekaplah erat anak- anak saat ini karena dekapan ayah mampu merajut kembali keceriaan anak yang terkikis karena pandemi.

Ayah harus bisa membangkitkan kembali asa ibu agar menjadi partner dalam pendampingan perkembangan anak. Ayahlah sebaik-baik pendidik. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry