Yauwan Tobing Lukiyono, SST, MT – Dosen Fakultas Kesehatan (FKes)

MASA pandemi Covid-19 di Indonesia menjadi sebuah ancaman bagi masyarakat. Menjaga jarak, wajib mencuci tangan, wajib memakai masker, wajib memakai handsanitizer, bahkan yang paling berat adalah diwajibkannya bekerja dari rumah (work from home/wfh).

WFH memberi dampak buruk terhadap perekonomian masyarakat Indonesia. Banyak toko kelontong sepi pengunjung, penjual nasi pinggir jalan sepi pelanggan, bahkan banyak pula pegawai kantor yang terpaksa diberhentikan masa kerjanya karena perusahaan tersebut tidak dapat memberikan income atau pendapatan.

Tak terkecuali bagi saya yang bekerja sebagai seorang dosen yang harus melakukan perkuliahan daring dikarenakan mengikuti instruksi pemerintah bahwa kegiatan mahasiswa dilakukan rumah dan kegiatan belajar mengajar dosen bekerja dari rumah.

Merujuk pada kondisi tersebut , salah satu inspirasi berwirausaha muncul pada saat kegiatan banyak dilakukan di rumah. Salah satunya memanfaatkan lahan kosong untuk berternak lele. Alasan mengapa peternakan lele dipilih sebagai alternative income di masa pandemi adalah karena ikan lele merupakan salah satu ikan air tawar yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia.

Menjalani bisnis peternakan lele pun tidak sulit, karena ikan lele termasuk ikan yang mudah didapatkan dan cara perawatannya pun lebih mudah dibandingkan dengan jenis ikan lainnya.untuk pakanpun tidak pernah pilih pilih karena jenis ikan ini termasuk pemakan segalanya.

Belajar dari para tutorial peternak lele di media sosial kini usaha yang sudah berjalan selama masa WFH ini sudah memberikan hasil yang cukup lumayan dengan panen setiap lima bulan sekali.

Awalnya pemasaran ke warung- warung sekitar rumah. Kini mencoba untuk menggunakan digital marketing untuk mempercepat pemasaran dan pengenalan ke khalayak lebih luas.

Dengan adanya alternative income ini, dapat membantu memperbaiki perekonomian yang ada di Indonesia. Ikan lele sangat diminati masyarakat Indonesia sebagai sumber lauk-pauk sehari-hari.
Selain bergizi, harganya pun terjangkau dan mudah dikembangkan dan pembelian bibit ikan yang mudah didapatkan. Intinya jangan pernah berhenti produktif di masa pandemi.

Harus selalu menghasilkan dan syukur-syukur bisa membuka peluang pekerjaan bagi korban PHK akibat pandemi Covid 19. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry