Virtual fashion show yang digelar untuk mengobati kehausan para pecinta fesyen di tengah pandemi Covid-19. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Di masa pandemi Covid-19, semua kegiatan outdoor tidak boleh digelar, tak terkecuali peragaan busana. Padahal, fashion show di Surabaya biasanya digelar  dengan agenda yang sudah dijadwalkan setiap tahunnya.

Karena kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya para pegiat fashion menggelar acara walau secara virtual. Bersama brand kosmetika terkenal Viva Cosmetic, mereka menggelar Virtual Fashion & Beauty Show, Sabtu (20/6/2020).

Kali ini Viva Cosmetic menjadi penggagas dan sekaligus mewujudkan mimpi pekerja kreatif dalam merealisasikan sebuah pegelaran busana virtual yang pertama di Indonesia.

“Ini adalah the real virtual Fashion & Beauty show berkonsep megah. Dan ini yang pertama dilakukan di Indonesia. Kami pionernya,” kata Yusuf Wiharto Direktur Distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur yang juga penggagas acara, Jumat (19/6/2020).

Yusuf Wiharto mengatakan walau kondisi sedang tidak menentu, bukan berarti harus menyerah untuk tidak melakukan apapun ditengah pandemi. “Untuk itulah kami melakukan terobosan kreatif,” tambahnya.

Dengan teknologi green screen, konsep panggung super megah khas runaway fashion akan menjadi  tontonan menarik bagi penikmat fashion yang sudah lama haus akan pegelaran busana.

Fashion show bertema Alliance ini akan melibatkan banyak pekerja seni ini menghadirkan puluhan koleksi sejumlah fashion designer tanah air.

Di antaranya Geraldus Sugeng, Mega Ma dan Lia Afif. Ada tiga model yang akan memperagakan 12 karya yang sangat sophisticated.

Yusuf berharap, dengan adanya Virtual Beauty and Fashion Show 2020 ini berharap bisa menjadi pemicu industri yang berada di dalamnya ikut bergerak dan mampu mengerahkan roda perekonomian.

“Minimal di Jawa Timur dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi industri kreatif di Indonesia,” tandasnya.

“Meski virtual konsep ini masih melibatkan model, Fashion Designer, ahli IT dan lainnya,” tambahnya.

Desainer Geraldus Sugeng pada kesempatan itu mengatakan bahwa ini adalah sebuah pertunjukan virtual yang sangat canggih dan atraktif.

Ia mengaku senang bisa menjadi bagian Virtual Fashion Show ini. Karena itu ia tak segan mengeluarkan koleksi terbaiknya pada kesempatan itu.

Bertema “Florens” yang dalam bahasa Itali berarti bermekaran, Geraldus mencoba mengadopsi bunga  “Dandelion”  yang bisa hidup dan berevolusi dengan hembusan angin.

Menurut ia bunga itu  menunjukan karakter kehidupan di era milenial yang serba digital, dimana kita harus move-on cepat dengan pandemi Covid-19.

Untuk detil baju, Geraldus menggunakan bahan silky tafetta, chiffon, silk ducchess, dan shimmering embroidery tulle, strechy tulle. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry