SURABAYA | duta.co – Keterbatasan tidak menghalangi kreatifitas para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Bahkan kondisi pandemi Covid-19 juga tak mampu membendung mereka.

Di tengah pandemi SMALB Siswa Budhi Surabaya malah kebanjiran order batik tulis karya mereka. Para siswa SLB yang mayoritas adalah Tuna Rungu menuai buah kerja keras dari kreatifitasnya membatik tulis di sekolah. Mereka bisa memenuhi kebutuhan uang saku dan kebutuhan sekolahnya.

“Allhamdulillah, dengan anak anak membatik ini mereka mendapatkan pendapatan dari kreasi membatik di sekolah. Bahkan, kami banyak mendapatkan order dari instansi untuk seragam, maupun untuk cinderamata untuk tamu tamu di dinas dinas,” ungkap Sri Wiyati MM Kepala Sekolah SMALB disela sela memberikan bimbingan dan melihat para siswanya membatik.

Diakuinya, Batik karya siswa SMALB ini yang mengangkat motif ‘Semanggi Surabaya’ memiliki pasar tersendiri mengingat Semanggi hanya ada di Kota Surabaya.

Dalam sehari bisa menghasilkan 5-10 batik dan langsung habis dipesan oleh para wali murid, dinas dinas maupun untuk intansi pemerintahan.

Salah seorang siswa SMALB, Arik menuturkan bahwa membatik ini mendatangkan rezeki yang ternyata membawa berkah dan menambah uang saku jika banyak pesanan. “Lumayan kalau pesanan banyak bisa ditabung dan buat jajan 3 hari,” ungkapnya sambil tersenyum malu.

Selain itu, lanjut Sri Wiyati mengatakan, pihak sekolah ingin menanamkan jiwa wirausaha dalam setiap diri anak didik agar lebih mandiri dan bisa mencari rezeki disela sela kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Ke depan, pihak sekolah akan terus mengoptimalkan potensi keterampilan vokasional dari para siswa siswi SMALB dengan memperbanyak motif batik maupun kerajinan lain. “Semoga kreasi anak anak kami ini semakin banyak diminati oleh para masyarakat, lingkungan sehingga memberikan kesejahteraan dan tambahan uang jajan bagi anak anak,” tutupnya. Zal

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry