PONOROGO | duta.co Buntut Pembakaran bendera PDI Perjuangan  oleh sekelompok massa di Jakarta yang sedang melakukan aksi demo, memantik kemarahan para kader partai tersebut di Ponorogo.

Para kader militan partai berlambang banteng moncong putih ini, menyatakan, siap bergerak ke ibu kota bila ada perintah partai . Sebab pembakaran bendera partai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu dianggap telah menjatuhkan nama partai.

Kader PDI Perjuangan di Ponorogo mengutuk keras terjadinya pembakaran bendera warna merah berlambang banteng moncong putih di Jakarta, pada aksi demo Rabu (24/6) .

Secara spontan para kader partai moncong putih berkumpul di kantor DPC PDI Perjuangan, Kamis, (25/6) dan mengecam tindakan pembakaran simbol partai itu. Secara tegas para kader militan itu menyatakan siap bergerak sewaktu-waktu ke Jakarta bila polisi tidak bisa memprosesnya.

“Ini merupakan aksi spontantitas teman-teman kader PDI Perjuangan, mengutuk aksi pembakaran pembakaran PDI Perjuangan. Bendera sebagai simbol partai yang harus  dipertahankan. Apabila polisi tidak ambil tindakan hukum, maka kami siap ke Jakarta untuk membubarkan FPI,” ujar Marhendro, salah satu kader militan PDI Perjuangan di Ponorogo.

Tunggu Perintah Megawati

Ketua Satgas Wiropati PDI Perjuangan Ponorogo itu juga meminta agar partai bersikap tegas atas tindakan brutal itu.

“Sebagai kader PDI P, pengurus cabang harus mengutuk keras aksi tersebut,” tegas Marhendro, yang pernah menjadi saksi saat terjadi penyerangan di Kantor Pusat PDIP di Jakarta, yang dikenal dengan peristiwa Kuda Tuli pada 1997 lalu.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Bambang Yuwono menyerukan agar para kader partai tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan aksi di luar perintah partai. Namun demikian Bambang Yuwono atau Bambang Logos meminta seluruh kader partai untuk siap siaga jika sewaktu-waktu ada perintah dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

“Kawan-kawan, terkait dengan peristiwa pembakaran bendera partai, diharapkan kita semua bersiap siaga sewaktu-waktu ada perintah dari Ketua Umum Partai, Ibu Megawati Soekarnoputri. Untuk itu  diharapkan kita tidak terprovokasi dan melakukan gerakan di luar dari perintah Partai,” ujar Logos dalam pesan singkatnya melalui WAG.

Seperti diktehui, Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) yang menggelar aksi menolak RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (24/6), turut membakar bendera PDIP selain bendera berlambang palu dan arit.

Massa aksi menuntut pemerintah dan DPR membatalkan pembahasan RUU HIP. Pendukung aksi massa ini terdiri dari Front Pembela Islam ( FPI),  PA 212, dan GNPF, serta organisasi Islam lainnya. (sna)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry