KERIS : Suasana persiapan Gugat Keris Jenggala di depan Balai Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Tak terasa perhelatan akbar pameran dan bursa Tosan Aji dan Keris yang mengambil tema Gugat Keris Jenggala #2 digelar Jumat (07/09/2018). Acara di Halaman Titik Nol Cafe, Jl. Basuki Rahmat Kota Kediri ini, didukung Pemerintah Kota Kediri, Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara ( Senapati Nusantara) dan Bank Cabang Asia (BCA).

Dukungan penuh juga diberikan Agus Imam Mubarrok, Ketua Paguyuban Tosan Aji. Selain lelang pusaka, kemudian seminar akan dihadiri Ketua Umum Lesbumi KH. Agus Sunoto, akan digelar edukasi kepada siswa – siswi SMP di Kota Kediri.

“Merupakan agenda tahunan yang kian hari mendapat respon positif dari semua kalangan. Pada moment ini, panitia berusaha melakukan regenerasi dengan mengenalkan kepada pelajar. Harapan mampu menjaga dan melestarikan benda sejarah,” terang Gus Barok, sapaan akrabnya, ditemui di lokasi acara Jumat pagi.

Sesuai agenda, acara ini akan dibuka Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar pada Jumat malam. Sedikitnya 47 kelompok paguyuban menaungi pemerhati dan pecinta keris seluruh Indonesia, akan andil dalam pameran keris yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Kegiatan Pameran dan Bursa Keris bertema Gugat Keris Jenggala #2 akan dihadiri oleh kawan-kawan pecinta dan pemerhati keris serta kawan-kawan trader keris dari seluruh Indonesia, semoga semua diberi kelancaran,” kata Nurjianto alias Gus Poleng, Wasekjen Senapati Nusantara.

Masih menurut Gus Poleng, dalam perhelatan akbar menyusul kesuksesan Gugat Keris Jenggala #1 juga akan dilakukan lelang amal untuk korban bencana Lombok dan akan dipamerkan keris-keris yang nilai maharnya mencapai Rp 1 Miliar lebih.

“Lelang amal untuk Lombok akan kita gelar kembali setelah sebelumnya lelang keris untuk kita saat pemeran di Surabaya kemarin. Yang tak kalah penting dan jangan sampai ketinggalan akan kita tampilkan keris-keris yang nilai maharnya mencapai miliaran rupiah milik beberapa kolektor,” tambahnya.

Seperti diketahui Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri akan kembali menggelar pameran dan bursa keris dengan tema Gugat Keris Jenggala #2 .Kegiatan akan digelar pada 7-9 September 2018 di Titik Nol , pusat kuliner Kediri Jl Basuki Rahmad 08 Kota Kediri.

“Gelaran kedua Gugat Keris Jenggala dengan hastag #2 ini mengulang kesuksesan gelaran yang kita laksanakan pada Agustus 2018 lalu. Kesuksesan ini tidak lain karena dukungan dari Pemerintah Kota Kediri dalam pelestarian budaya dan sejarah,” kata Edit Suwantoro, Ketua Panitia Gugat Keris Jenggala #2.

Selain kegiatan pameran dan bursa dalam kegiatan 7-9 September 2018 juga akan ada kelas edukasi bagi para pelajar. Edukasi kepada para pelajar di Kota Kediri untuk lebih mengenal keris. Sebab keris sendiri telah diakui oleh Unesco sebagai a masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity (karya agung lisan tak Benda barisan kemanusiaan) Tahun 2005 .

Apalagi baru-baru ini Ketua Litbang Senapati Nusantara pada 28 Mei 2018 menggelar rapat koordinasi dan melakukan jejak pendapat terkait Hari Keris Nasional dengan Kemendikbud dan Unesco di Jakarta.

Tak kalah menarik dalam gelaran selama tiga hari ini juga akan diisi diskusi sejarah dengan mendatangkan Ketua Pengurus Besar Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi PBNU) Kiai Ngabehi Agus Sunyoto. Kiai Ngabehi Agus Sunyoto yang juga mantan wartawan Jawa Pos adalah penulis buku Atlas Wali Songo dan Resolusi Jihad.

Yang tak kalah penting Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri dalam kegiatan ini juga akan menggelar soft launching Katalog Keris yang berjudul Panjalu Jayati.,” Jadi pada gelaran ini kita juga akan memulai proses pembuatan katalog keris yang isinya keris era Majapahit ke atas yang diutamakan era-era Khadiri. Diharapkan dengan pembuatan katalog ini masyarakat akan semakin mengenal tentang keris-keris di era Pangjalu atau Khadiri,”  jelas Edit Suwantoro

Terkait kegiatan yang dilakukan oleh Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri, Walikota Kediri yang juga pelindung paguyuban sangat mengapresiasi penuh.  Dalam pertemuan yang digelar di rumah dinas Wali Kota, Mas Abu mengajak seluruh masyarakat Kediri untuk melihat secara langsung peninggalan sejarah dari masing-masing periode kerajaan dalam wujud keris. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.