PASANG PITA: Bupati Madiun Hari Wuryanto, disaksikan Pj Walikota Madiun Bagus Panuntun, Ketua DPRD Kota Madiun Armaya dan Forpimda setempat, memasang pita operasi kepada perwakilan petugas. (Foto: Agus Basuki)

MADIUN | duta.co — Pj Walikota Madiun Bagus Panuntun mengatakan pengamanan Suro 2026 terbagi dalam sejumlah pos dilakukan secara humanis. Lalu, petugas di pos pengamanan tidak dilengkapi senjata api (senpi). Demikian disampaikannya dalam “Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapan Operasi Aman Suro 2026, Polres Madiun Kota, di Alun-alun Kota Madiun, Senin (15/6/2027).

“Sesuai laporan dalam pengamanan Suro 2026 ini berada dalam pos tidak dilengkapi senjata api. Kami berharap peran serta seluruh lapisan masyarakat, turut menjaga keamanan,” ujar Pj Walikota Madiun Bagus Panuntun.

Menurutnya pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan potensi masyarakat lainnya, membuat perayaan tradisi itu makin aman dari kemungkinan adanya gangguan.

Turut hadir dalam apel Bupati Madiun Hari Wuryanto, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara dan lainnya.

Hal senada disampaikan Bupati Madiun juga mengharapkan peran serta seluruh lapisan masyarakat. “Saya juga berharap peran serta para wartawan, ikut menjaga situasi kondusif dan aman selama Suro ini,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Madiun Kota mengatakan pihaknya melalui patroli cyber terus memantau dunia maya untuk menangkal secara dini informasi tidak benar. Kekuatan pengamanan di Polres Madiun Kota sebanyak 800 lebih personel.

“Kami sudah melakukan patroli khusus cyber sejak beberapa pekan lalu, makin intensif ditingkatkan jelang hingga selama Suro. Jumlah personil dalam pengamanan ini sebanyak 700 lebih personil,” ujar Kapolres Madiun. (ags)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry