IM3 Platinum merupakan wajah baru dari IM3 Postpaid yang kini hadir dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam setiap fitur layanannya. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Ada istilah populer di masyarakat paket komplit atau Palugada. Menurut Wikipedia dalam bahasa gaul, palugada bisa diartikan “tiap lu butuh, gue ada”. Palugada adalah sebuah lakuran dari bahasa Indonesia gaul “apa (yang) lu (mau/butuh), gue ada. Sedangkan dalam bisnis, arti palugada identik dengan komplitnya satu produk yang ditawarkan bisa memenuhi semua kebutuhan konsumen.

Itulah gambaran IM3 Platinum sebagai produk paket komplit dari Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH). IM3 Platinum merupakan wajah baru dari IM3 Postpaid yang kini hadir dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam setiap fitur layanannya. Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pelanggan akan konektivitas yang lebih cepat, layanan yang lebih personal, dan pengalaman digital yang lebih canggih.

Semua kebutuhan pelanggan ada dan IM3 Platinum menjelma menjadi produk Palugada dengan menyasar semua segmen pasar. IM3 Platinum menawarkan sejumlah fitur unggulan mengubah stigma produk pascabayar yang ribet, mahal dan kusus untuk segmen tertentu yakni menengah atas. Padahal IM3 Platinum hadir memenuhi semua kebutuhan pelanggan sesuai arti Palugada.

Ada 4 fitur unggulan IM3 Platinum yang serba platinum yakni Platinum Network: Koneksi Prioritas Tanpa Hambatan, Platinum SmartASK: Layanan Pelanggan Berbasis AI, Pilihan Paket IM3 Platinum dan Platinum Corner: Pengalaman Eksklusif di Gerai IM3.

Lebih detilnya Platinum Network: Koneksi Prioritas Tanpa Hambatan pelanggan bisa akses eksklusif ke jaringan Indosat yang luas dan stabil, kecepatan internet konsisten untuk kebutuhan profesional dan pribadi, streaming tanpa buffering, bisnis online lancar, dan rapat virtual tanpa gangguan dan teknologi jaringan terbaru untuk kualitas koneksi optimal di berbagai kondisi.

Sedangkan Platinum SmartASK: Layanan Pelanggan Berbasis AI memberi pengalaman pelanggan berbeda yaitu portal berbasis AI dalam aplikasi myIM3 untuk menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis, call center prioritas 185 dengan waktu respons kurang dari 30 detik, layanan melalui official WhatsApp untuk respons cepat dan akurat.

Untuk pricing tidak perlu khawatir karena beragam pilihan Paket IM3 Platinum. Diantaranya platinum Family: Kuota 50GB dapat dibagi hingga 5 anggota keluarga, mulai dari Rp80 ribu per bulan. Platinum SATU: Kuota besar 1 Terabyte per tahun seharga Rp1 juta, ideal untuk profesional dan pengusaha dan  fleksibilitas dalam memilih paket sesuai kebutuhan pelanggan.

Kalau lagi berkunjung ke corner ada program Platinum Corner: Pengalaman Eksklusif di Gerai IM3 berupa layanan cepat dengan jalur antrean prioritas, fasilitas tambahan seperti camilan dan minuman gratis dan didukung oleh Platinum Assistant untuk pelayanan yang lebih ramah dan profesional.

Keunggulan lain IM3 platinum teknologi AI memungkinkan rekomendasi paket sesuai kebutuhan, penyelesaian kendala teknis secara cepat, hingga layanan pelanggan responsive melalui chatbot. Layanan ini dilengkapi dengan akses prioritas ke jaringan yang stabil, kuota besar tanpa khawatir, dan fleksibilitas pembayaran bulanan, menjadikannya solusi pascabayar premium yang nyaman dan efisien.

Transformasi ini sejalan dengan misi Indosat Ooredoo Hutchison untuk menghadirkan layanan digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia. IM3 Platinum telah tersedia sejak 21 November 2024 dan dapat diakses melalui Gerai IM3 atau daring di im3.id/platinum.

IM3 Platinum menjadi bukti bagaimana teknologi AI dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dalam layanan pascabayar. Era baru pascabayar kini telah tiba, membawa kemudahan, kecanggihan, dan kenyamanan dalam setiap aspek komunikasi digital. Berbagai inovasi ini menjadikan IM3 Platinum sebagai standar baru dalam layanan pascabayar di Indonesia, menghadirkan solusi telekomunikasi yang canggih, nyaman, dan eksklusif.

Masih Perlu Edukasi Massif dan Literasi Tentang  IM3 Platium

Sonhaji Arif, M.Sn. Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Unusida Fakultas Ilmu komputer Prodi desain komunikasi visual (dok/duta.co)

Rebranding IM3 Postpaid menjadi IM3 Platinum menurut Sonhaji Arif, M.Sn. Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Unusida Fakultas Ilmu komputer Prodi desain komunikasi visual langkah tepat bagi Indosat meningkatkan pelanggan pascabayar nya dan bersaing dengan produk sejenis yang diluncurkan operator telekomunikasi lain. Telkomsel dengan produk Halo dan XL Axiata dengan XL Prioritas.

Sonhaji Arif, M.Sn. melihat IM3 Platinum dari sisi produk, jaringan dan layanan yang ditawarkan sudah sangat komplit semua yang dibutuhkan pelanggan ada bahkan terjangkau alias murah. Namun jangan dilupakan bahwasanya pertama kali masyarakat Indonesia mengenal telepon seluler produk prabayar begitu gencarnya ekspansi di pasar.

“Dampaknya secara perlahan dan pasti terbentuk image bahwasanya prabayar lebih simple bisa dibeli di konter, murah dan pas untuk segmen menengah bawah. Sementara produk pascabayar identik dengan ribet harus ngurus ke gerai, mahal dan pas untuk segmen elitis yakni menengah atas,” kata Sonhaji Arif.

Dengan stigma dan image yang begitu kuat tentang produk prabayar di masyarakat, wajar kalau sampai saat ini pelanggan prabayar mendominasi lebih dari 95 persen dari total pelanggan telekomunikasi seluler di Indonesia.

Diakui Sonhaji Arif kemudahan membeli dan bisa kontrol penggunaan kebutuhan per bulannya menjadi nilai lebih yang banyak dipilih masyarakat dengan penggunakan kartu prabayar. Misalnya pelanggan bisa beli pulsa atau data dengan Rp 5 ribu mendapatkan kuota tertentu, sementara kalau pascabayar pakai dulu bayar kemudian dengan jumlah yang dianggap besar.

“Padahal Meski tidak terasa, dengan penggunaan durasi lama dengan akses streaming pengguna prabayar bisa lebih besar membayar dibanding pasca bayar. Itulah yang tidak disadari dan menjadi tantangan  bagi IM3 Platinum hadir dengan edukasi yang massif dan meningkatkan literasi kepada masyarakat,” jelas Sonhaji Arif.

Bagaimana peluang IM3 Platinum bisa menggaet pelanggan baru dan meningkatkan loyalitas pelanggan eksisting? Dari nama sebelumnya IM3 Postpaid menjadi IM3 Platinum kata Sonhaji Arif memiliki brand yang lebih kuat dan pas. Platinum identik dengan sesuatu yang isimewa, setara dengan premium dan produk yang berbeda dari produk umum. Dan seharusnya rebranding menjadi IM3 Platinum mampu menjadi produk yang istimewa an memiliki kelebihan dari akses jaringan, layanan dan harga meski tidak produk elitis yang identik dengan mahal.

“Kenyataanya sampai saat ini harus diakui brand IM3 Platinum masih kurang dikenal masyarakat karena baru diuncurkan November 2024 lalu. Perlunya edukasi massif dan peningkatan literasi berkelanjutan sehingga IM3 Platinum tidak kehilangan momentum, sementara dari sisi produk sudah komplit dan pas untuk semua segmen pasar.”

IM3 Platinum bisa menjadi produk pascabayar yang bisa menjangkau semua segmen pasar kata Sonhaji Arif setidaknya melakukan beberapa terobosan. Yakni Diferensiasi produk, personalisasi, transparansi, kemitraan strategis dan eksklusivitas.

Diferensiasi IM3 Platinum sudah dilakukan dengan jaringan kusus, akses layanan kusus sehingga berbeda dengan produk prabayar umumnya dengan benefit lebih. Jangan lupa pula perlunya personalisasi kepada pelanggan IM3 Platinum kerena kebutuhan masing-masing pelanggan berbeda dan harus diperlakukan kusus pula. Personalisasi layanan disesuaikan dengan pola penggunaan. Misalnya anak muda suka game, sosial media, streaming dengan paket dan harga yang berbeda.

 “Meski pelanggan pascabayar tidak melihat jumlah tagihan perlunya transparansi tagihan yang dillakukan tiap akhir bulan ketika pembayaran. Transparansi bisa lewat aplikasi yang dimiliki. Kalau ada overlimit ada notifikasi sehingga tidak ada pertanyaan dan kekagetan jumlah yang beda dari biasanya,” jelasnya.

Perlunya menjalin kemitraan strategis pelanggan IM3 Platinum. Jangan hanya menganggap konsumen sebagai konsumen, jadikan kemitraan strategis. Dengan memberikan diskon bundling dengan produk tertentu. Misalnya generasi muda yang tertarik layanan streaming online, bisa memberikan diskon khusus  e- wallet.

“Perubahan IM3 postpaid menjadi IM3 Platinum jauh lebih baik. Nama platinum, hal yang prestisius, daripada layanan IM3 post paid. Namun tiga hal yang bisa ditingkatkan agar brand lebih kuat dengan  meningkatkan citra premium, lebih kuat dari branding dan lebih eksklusif daripada sebelumnya. Membedakan dengan prabayar, agar segmen pascabayar lebih menarik. Targetnya harus sesuai dan jelas, kususnya menengah atas yang selama ini menjadi sasaran yang tidak peduli dengan biaya. Juga bisa menyasar semua segmen dengan penyederhanaan migrasi dari pra menjadi pasca.”

Yang tidak boleh dilupakan memperkuat branding IM3 Platinum dengan edukasi massif kepada masyarakat akan keuntungan menggunakan pascabayar. Pasar millennial dan professional, saat ini banyak generasi muda yang produktif yang butuh akses dan layanan cepat dengan kuota besar menjadi pasar yang potensial.

“IM3 Platinum bisa menjadi pilihan pelanggan untuk migrasi dari pra ke paska dengan program yang menarik penggunanya. Meski merubah kebiasaan tidak mudah prabayar mempertimbangan migrasi ke pascabayar. Pergeseran ke pascabayar dan fixed broadband pelanggan menjcari layanan stabil untuk kerja dan hiburan dari rumah. Kalau dulu 1-2 giga sebulan cukup, kini butuh 100 giga. Ke depan dengan adanya 5G yang membutuhkan kuota lebih besar, pelanggan akan lebih memilih layanan yang stabil, salah satunya ya pascabayar.”

Stabilitas Akses dan Kebutuhan Data Besar jadi Prioritas 

(ki-ka) Sigit Herprabowo (SVP-Head of Region East Java), Yose Navirianto (SVP-Head of Technology Circle Java), dan Beka Faryan Raingka (SVP-Head of Marketing Circle Java) ketika berada di BTS Site Ngawi Kota (21/04/2025) untuk uji coba keandalan jaringan Tri yang Lebih Hemat, Sinyal Cepat. (dok/duta.co)

Industri telekomunikasi diproyeksikan terus tumbuh solid pada 2025 dengan fokus pada strategi fixed mobile convergence (FMC) dan konsolidasi operator. Menurut laporan We Are Social 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 220 juta orang, atau sekitar 80% dari total populasi. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, didorong oleh semakin luasnya akses internet di daerah pedesaan serta harga paket data yang semakin terjangkau.

“ISAT menonjol sebagai pemimpin dalam branding AI dengan alokasi capex sebesar USD2-3 miliar, yang didukung mitra BDx,” kata laporan tersebut.

Kuartal pertama di 2025, pertumbuhan Average Revenue Per User (ARPU)  yang positif disertai dengan peningkatan berkelanjutan dalam jumlah pelanggan menjadi bukti ketangguhan Indosat dalam menghadapi dinamika pasar. ARPU Indosat tercatat mencapai hampir Rp 40 ribu (Rp39,2 ribu), tumbuh sebesar 4,6 persen YoY, sementara jumlah pelanggan seluler bertambah sebanyak 700 ribu dibandingkan kuartal sebelumnya, sehingga total pelanggan mencapai 95,4 juta.

XL hingga akhir September 2024, memiliki jumlah pelanggan 58,6 juta, sedangkan Smartfren 34,7 juta, sehingga gabungan keduanya menjadi 93,3 juta pelanggan. Posisi teratas penyedia seluler masih dipegang Telkomsel dengan 159,9 juta pelanggan, diikuti Indosat Ooredoo Hutchisn dengan 100,9 juta pelanggan

Prediksinya, hingga tahun 2025 setidaknya bakal ada 89,2 persen populasi penduduk di Indonesia yang akan memanfaatkan beragam fitur di ponsel pintar. Angka itu merujuk pada prediksi dalam kurun waktu enam tahun (2019-2025) terkait penetrasi pasar ponsel di tanah air yang bakal tumbuh 25,9 persen.

Dan salah satu produk andalan Indosat yakni IM3 Platinum untuk produk pascabayar.  IM3 Platinum sebagai layanan pascabayar yang terjangkau, tidak kalah dengan produk pra bayar bahkan memiliki banyak kelebihan dan privilege. Rebranding IM3 Platinum sebagai strategi Indosat untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan menurunkan churn rate (kartu hangus) yang banyak terjadi di produk prabayar.

Produk sekali pakai buang bisa ditekan dengan hadirnya IM3 Platinum dengan harga yang terjangkau menjadikan IM3 Platinum sebagai masa depan telekomunikasi di Indonesia. Tidak hanya itu, IM3 Platinum juga memiliki fitur-fitur unggulan dan privilege eksklusif pelanggan IM3 Platinum.

Rosnindar Prio Eko Rahardjo, S.E., M.I.Kom. Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bahaudin Mudhary Madura mengatakan ada beberapa strategi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan menarik pelanggan baru pascabayar yang sudah ada dalam IM3 Platinum. Dantaranya menyediakan layanan pelanggan yang responsif, ramah, dan profesional melalui berbagai saluran (telepon, email, chat, media sosial); menawarkan program yang menarik, seperti poin reward, diskon, atau akses eksklusif ke layanan premium.

“Memastikan kualitas jaringan yang stabil dan cepat untuk memuaskan kebutuhan pelanggan; menawarkan paket yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, termasuk paket data, suara, dan SMS; serta melakukan komunikasi dan pemasaran yang efektif melalui berbagai media sosial, iklan media massa, dan event untuk memberikan informasi tentang layanan, promo, dan program loyalitas.”

Rosi panggilan Rosnindar Prio Eko Rahardjo melihat rebranding IM3 Platinum memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, menawarkan fitur dan manfaat eksklusif yang tidak tersedia pada layanan sebelumnya, serta membangun citra yang lebih premium dan modern.

“Untuk memperkuat segmentasi pasar perlu dilakukan peningkatan kualitas jaringan dan layanan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan premium; menambahkan fitur-fitur dan manfaat eksklusif yang tidak tersedia pada layanan lain; membangun citra yang lebih premium dan modern untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan.”

Lebih lanjut Rosi menganalisa pelanggan prabayar beralih ke pascabayar karena pascabayar memungkinkan pelanggan tidak kehabisan pulsa atau kuota; pascabayar juga menawarkan kuota internet yang lebih besar dan lebih fleksibel dibandingkan dengan prabayar; pascabayar membantu pelanggan menghemat biaya dengan menawarkan paket yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

“IM3 Platinum sebagai layanan pascabayar dapat menawarkan beberapa kelebihan kepada pelanggan prabayar yang ingin beralih ke pascabayar dengan memberikan prioritas jaringan yang stabil dan luas, sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman internet yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara ujar Rosi ada beberapa alasan mengapa IM3 Platinum belum menjadi pilihan utama pelanggan. Alasan yang paling banyak diungkap adalah minimnya ketersediaan jaringan yang luas dan stabil masih di beberapa daerah. Alasan lain adalah kompetitifnya pasar telekomunikasi di Indonesia. IM3 Platinum harus bersaing soal tarif dan layanan dengan penyedia layanan lain yang menawarkan fitur dan harga yang serupa.

“Untuk itu IM3 Platinum harus meningkatkan promosi dan kesadaran merek untuk meningkatkan minat pelanggan migrasi.”

IM3 Platinum Jangan Lupakan Gen Z dan Millenial

Generasi Z dan Millenials pasar yang juga perlu dibidik oleh IM3 Platinum. (dok/duta.co)

Data Komdigi tahun 2024, berdasarkan demografi, Gen Z dan Milenial pengguna internet terbesar. Sebanyak 62,39 juta pengguna internet adalah Milenial yang kemudian disusul dengan Gen Z dengan pengguna sebesar 57,64. Hal ini menunjukkan kecenderungan kedua generasi memiliki tingkat penguasaan teknologi yang tinggi.

Penguasaan teknologi secara mendorong perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal konsumsi informasi, gaya hidup, dan interaksi sosial. Penggunaan internet yang masif oleh Gen Z dan Milenial juga mempengaruhi pola pasar dan strategi pemasaran, sehingga diperlukan penyesuaian oleh bisnis untuk menjangkau kedua kelompok demografis ini.

Menarik analisa Suprihatiningsih pelaku usaha yang sudah menggunakan produk pascabayar Indosat sejak tahun 2002 lalu bahwa Matrix, IM3 Postpaid dan kini IM3 Platinum Perlu Rebranding. Segmentasi Matrix Platinum terlalu premium-oriented, kurang inklusif untuk millennials & gen Z yang butuh fleksibilitas dan transparansi serta kemudahan. Sementara akses wifi sudah sangat mudah dan murah.

 “Persepsi “pascabayar = mahal dan ribet” belum diatasi dengan baik di komunikasinya dan tidak merasakan value lebih dari sekedar layanan telepon yang sebenarnya aku juga ga begitu care karena terlalu sering memanfaatkan WIFI. Lifestyle pengguna berubah: dominasi penggunaan WiFi & kontrol biaya jadi prioritas.”

Untuk itu kata Suprihatiningsih IM3 Platinum harus bisa mendekati target Gen Z dan Millenials dengan positioning  tambahkan value proposional yang relate dengan target segmen nya dan kebutuhan (content creator, entrepreneur, digital nomads). Tarif Skema harus lebih kreatif mendukung target segmen apalagi ditengah situasi ekonomi sulit seperti ini.

“Saya awalnya butuh stabilitas dan image dari nomor premium, namun sekarang lebih menghargai efisiensi dan fleksibilitas. Matrix/IM3 post paid dan kini IM3 Platinum perlu memperkuat rebranding menjadi brand pasca bayar modern yang tidak hanya mencerminkan status, tapi juga smart lifestyle — hemat, terkendali, dan gampang disesuaikan,” jelasnya.

Sampai saat ini masih tetap menggunakan layanan pascabayar Indosat, namun sekarang merasa bahwa tagihan mahal & tidak fleksibel. Terasa boros ketika sebagian besar penggunaan sudah bergeser ke WiFi rumah atau kantor. Biaya tetap bulanan tidak mencerminkan pemakaian aktual sehingga tidak efisien bagi light-user.

“Dalam era digital, pengguna semakin ingin kontrol penuh terhadap pemakaian data dan biaya, yang lebih ditawarkan di prabayar. Inilah tantangan bagi IM3 Platinum mampu menarik pelanggan migrasi, menambah loyalitas pelanggan eksisting atau malah perlu rebranding lagi.”

IM3 Platinum Era Baru Pascabayar, Canggih dengan Sentuhan AI

(ki-ka) Prio Sasongko – SVP Head of Region East Java Indosat Ooredoo Hutchison  dan Ibnu Rinaldi – VP Head of Postpaid Operation Java Indosat Ooredoo Hutchison mengenalkan produk layanan terbaru IM3 Platinum di Kota Surabaya. (dok/duta.co)

Indosat menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia telekomunikasi dengan meluncurkan IM3 Platinum, layanan pascabayar yang mengusung konsep “Simple, Next Level.”, yang  merupakan wajah baru dari IM3 Postpaid.

Prio Sasongko – SVP Head of Region East Java Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan produk ini dirancang untuk memberikan pengalaman premium bagi pelanggan dengan mengintegrasikan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam setiap layanannya. Transformasi ini menjadi jawaban atas tuntutan masyarakat modern yang menginginkan layanan yang lebih cerdas, koneksi yang lebih stabil, dan pengalaman pelanggan yang lebih personal.

“Jumlah pelanggannya memang kecil, kisaran 1 persen dari total pelanggan. Namun ARPU nya 2 kali lebih besar dibandingkan pelanggan pra bayar. Karenanya perlu bagi Indosat untuk memperhatikan dan member layanan lebih pelanggan pascabayar yang disebut IM3 Platinum,” jelasnya.

Menurutnya  layanan ini merupakan upaya Indosat menjawab kebutuhan koneksi internet yang cepat dan stabil untuk mendukung aktivitas digital sehari-hari, mulai dari rapat virtual tanpa gangguan, streaming tanpa buffering, hingga komunikasi yang lancar tanpa terputus.

Sementara Ibnu Rinaldi – VP Head of Postpaid Operation Java Indosat Ooredoo Hutchison menambahkan layanan telekomunikasi yang ditawarkan melalui IM3 Platinum memberikan pelanggan berbagai keuntungan, seperti akses prioritas ke jaringan yang lebih stabil, kuota besar tanpa khawatir kehabisan di tengah aktivitas penting, serta layanan pelanggan yang lebih responsif.

“Fleksibilitas dalam pembayaran bulanan juga penting bagi pelanggan untuk mengatur pengeluaran mereka tanpa harus repot mengisi ulang pulsa atau kuota secara berkala. Kecepatannya juga maksimal bisa mencapai 100 MB.”

Lebih lanjut Ibnu mengatakan banyak keungguan yang ditawarkan IM3 Platinum ini. Dengan dibekali teknologi kecerdasan artifisial (AI) membuat layanan pascabayar ini semakin canggih. Teknologi AI menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan efisien, seperti rekomendasi paket yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, membantu dalam menyelesaikan kendala teknis dengan lebih cepat, hingga memberikan layanan pelanggan yang responsif melalui chatbot atau asisten virtual.

“Dengan inovasi ini, layanan IM3 Platinum tidak hanya menawarkan koneksi yang stabil, tetapi juga kenyamanan dan kemudahan dalam setiap aspek komunikasi digital.”

Sementara Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison menjelaskanIndosat memahami kebutuhan pelanggan Indonesia yang terus berkembang dalam hidup. danmembutuhkan support platinumexperience, terutama dari sisi pelayanan & jaringan telekomunikasi.

“Transformasi layanan pascabayar IM3 menjadi langkah strategis kami untuk menjawab kebutuhan telekomunikasi pelanggan secara personal.  Pemanfaatan teknologi AI dan Automated Network Services pada IM3 Platinum memberikan kenyamanan lebih pada pelanggan. Hal ini sejalan dengan misi kami dalam menghadirkan layanan digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Fahd.

Fahd menambahkandengan menggunakan layanan IM3 Platinum, pelanggan dapat merasakan platinum experience yang simpel dan next level, khususnya melalui Platinum Network dan layanan Platinum Assistance yang terintegrasi dengan teknologi dan human interest.

IM3 Platinum menjadi bukti nyata teknologi AI dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dalam layanan pascabayar. Era baru pascabayar kini telah tiba, membawa kemudahan, kecanggihan, dan kenyamanan dalam setiap aspek komunikasi digital. Berbagai inovasi ini menjadikan IM3 Platinum sebagai standar baru dalam layanan pascabayar di Indonesia, menghadirkan solusi telekomunikasi yang canggih, nyaman, dan eksklusif. Imam ghozali

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry