Keterangan foto detik.com/reuters

SURABAYA | duta.co – Dunia penerbangan berkabung. Tangis pilu mewarnai keluarga korban kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Korea Selatan (Korsel), Minggu (29/12/2024). Tak tanggung-tanggung, 177 dinyatakan meninggal dunia (karena terbakar) dan tidak semua dikenali. Lalu, 2 orang hilang. Sementara ada dua kru pesawat selamat. Itu pun tidak bisa cerita, bagaimana prosesnya.

Anggota keluarga korban hanya bisa mendengar mendengar pengumuman petugas pemadam kebakaran tentang nama-nama korban tewas di Bandara Internasional Muan di Muan. Semua terlihat sedih, pilu. “Adik perempuan saya ada di pesawat itu,” kata seorang wanita berusia 33 tahun bermarga Kim dengan wajah sendu.

Kecelakaan Jeju Air, Pesawat Boeing 737-800,  ini menjadi duka mendalam bagi Korea Selatan. Insiden itu tercatat sebagai kecelakaan pesawat paling mematikan di negeri ginseng tersebut. Padahal, pemicunya sepele. Kabarnya pesawat ini gagal mendarat dengan roda pendaratan, lalu kehilangan kendali dan keluar dari landasan pacu, hingga kemudian menabrak dinding beton dan meledak kemudian terbakar di Bandara Internasional Muan sekitar pukul 09.05.

Kabar yang beredar, ada burung yang nyangkut di sayap pesawat. Akhirnya, pesawat yang terbang dari Bangkok dengan mengangkut 181 orang, termasuk enam kru penerbangan oleng.
“Setelah pesawat menabrak dinding, penumpang terlempar keluar dari pesawat. Peluang untuk selamat sangat rendah,” kata seorang pejabat badan pemadam kebakaran, seperti dikutip dari Yonhap News, Senin (30/12/2024).

Hanya dua orang yang selamat dari kecelakaan itu. Keduanya adalah pramugari. Itupun tidak sanggup cerita apa-apa. Salah satu korban selamat bernama Lee, seorang pramugara. “Saat saya terbangun, saya sudah diselamatkan,” kata Lee (33) kepada dokter di rumah sakit, yang disampaikan melalui Direktur Rumah Sakit Ju Woong, seperti dikutip dari Yonhap News, Senin (30/12).

Setidaknya, ada 9 fakta yang beredar dari hasil penelitian. Pertama, Petugas Menara Kontrol Bandara Muan sudah memberi peringatan sebelum tragedi ini terjadi. Petugas mengingatkan adanya kawanan burung di area pendaratan yang kemudian menginstruksikan pilot untuk mengarahkan pesawat ke landas pacu nomor 19.

Kedua, Pilot Jeju Air juga sudah melakukan panggilan Mayday sebelum tragedi kepada petugas di menara kontrol. Namun, saat mencoba mendarat, pesawat gagal menstabilkan posisi, tergelincir di landasan, dan akhirnya meledak setelah menabrak dinding beton di ujung bandara.

Ketiga, dalam rekaman detik-detik kejadian mengerikan tersebut sempat terekam dari sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman video yang telah tersebar, terlihat pesawat Jeju Air 2216 mendarat dengan roda pendaratan yang tidak terbuka sepenuhnya. Beberapa saat kemudian, terjadi ledakan hebat dan kobaran api yang melalap sebagian besar badan pesawat.

Keempat, Kondisi Jeju Air Hanya Menyisakan Ekor Pesawat Pasca kecelakaan, api yang melahap badan pesawat baru berhasil dipadamkan pada pukul 13.00 waktu setempat. Namun kondisi badan pesawat nyaris hancur secara keseluruhan dan hanya menyisakan bagian ekornya saja.

Kelima, Salah Seorang Penumpang Sempat Mengirimkan Pesan Terakhir Kisah pilu dialami oleh seorang pria bernama Tuan A yang mengaku mendapat pesan terakhir dari keluarganya yang berada di dalam pesawat saat tragedi itu terjadi. Dilaporkan oleh News1, penumpang tersebut sempat mengirim pesan singkat kepada Tuan A yang menggambarkan kondisi di dalam pesawat. “Burung itu tersangkut di sayap (pesawat) dan kami tidak bisa mendarat,” tulis penumpang tersebut.

Ketika Tuan A bertanya kapan kejadian itu terjadi, ia menerima balasan satu menit kemudian berupa pertanyaan “Tadi, apakah saya perlu membuat surat wasiat?” tulis penumpang tersebut. “Saya belum dapat mendengar kabar dari keluarga saya sejak saya mendengar ada masalah dengan pesawat,” ujar Tuan A dengan suara bergetar.

Keenam. Jumlah Korban Tewas Tragedi Jeju Air 179 Orang Dilaporkan CNN, jumlah korban tewas yang berhasil ditemukan dari tempat kejadian total berjumlah 179 orang. Dari jumlah tersebut, 84 di antaranya adalah laki-laki dan 85 lainnya adalah perempuan. Sementara itu, ada 10 korban yang jenis kelaminnya belum dapat dikonfirmasi.

Ketujuh. Kondisi Dua Orang yang Berhasil Selamat Selain korban tewas, terdapat dua orang yang dinyatakan selamat dari tragedi mengerikan ini. Keduanya adalah awak pesawat Jeju Air 2216, yakni seorang pramugari pria berusia 22 tahun dan satu pramugari perempuan berusia 25 tahun. Keduanya dievakuasi dari bagian ekor pesawat yang mengalami kerusakan relatif lebih ringan dan dilarikan ke Rumah Sakit Mokpo untuk mendapat perawatan secara intensif. Menurut pihak rumah sakit, pramugari pria yang selamat mengalami cedera di beberapa bagian tubuhnya, yakni patah tulang bahu kiri dan luka di bagian kepala. Sang pramugari pria kini sudah bisa berjalan dan dipindahkan ke Rumah Sakit di Gangseo-gu, Seoul atas permintaan keluarganya. Sementara itu, pramugari perempuan yang berhasil selamat mengalami patah tulang dan memar. Saat Ini, sang pramugari perempuan telah dipindahkan dari Rumah Sakit Mokpo ke Asan Medical Center di Songpa-gu, Seoul.

Kedelapan. CEO Jeju Air Meminta Maaf CEO Jeju Air, Kim E-bae dan para pejabat telah meminta maaf di hadapan publik atas kecelakaan yang menimpa pesawat mereka. Kim menyampaikan belasungkawa paling mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Ia menegaskan, perusahaan akan memberikan dukungan kepada keluarga korban yang sebagian besar berasal dari daerah Muan. “Saya menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada semua korban dan keluarga mereka. Jeju Air telah membentuk tim yang didedikasikan untuk mendukung keluarga korban,” ujarnya.

Kesembilan. Pemerintah Korsel Menetapkan Masa Berkabung 7 Hari Presiden sementara Korea Selatan Choi Sang-mok mengumumkan masa berkabung nasional atas kecelakaan pesawat selama tujuh hari yang berlaku mulai Minggu (29/12/2024) hingga tengah malam Sabtu (4/12/2024). Choi juga menetapkan Muan sebagai zona bencana khusus, menjadikannya memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan negara. Semoga keluarga korban tabah dan sabar menghadapinya. (net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry