Gus Ipul sedang menerima rekomendasi DPP PKB tanpa pasangan. PKB yakin Cawagub diisi PDIP, dengan demikian tawaran Pakde Karwo menjadi mental. (FT/DUTA.CO)

SURABAYA | duta.co —  Ketua DPD Partai Demokrat Jatim yang juga anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Soekarwo, mengatakan, bahwa dalam waktu dekat Ketum DPP Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) maupun Khofifah Indar Parawansa (KIP) untuk membahas power sharing terkait pencalonan di Pilgub Jatim 2018.

“Artinya, kalau didukung itu posisi politiknya (Demokrat red.) seperti apa?” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Jatim, Kamis (12/10/2017) kemarin.

Lebih jauh Pakde Karwo menjelaskan bahwa Gus Ipul saat ini sudah mendapatkan dukungan maju sebagai Cagub Jatim dari PKB dengan modal 20 kursi di DPRD Jatim. Sedang Khofifah mendapatkan dukungan Partai Golkar (11 kursi), NasDem (4 kursi) dan Hanura (2 kursi) yang ditotal sudah memiliki modal 17 kursi.

“Kalau Partai Demokrat ikut mendukung salah satu (Gus Ipul atau Khofifah), khan wajar kalau Partai Demokrat dengan modal 13 kursi minta posisi Cawagub. Tinggal siapa nantinya yang mau,” dalih Gubernur Jatim dua periode ini.

Diakui Soekarwo, bahwa, Partai Demokrat tidak mungkin mengusung calon sendiri atau membentuk poros baru (koalisi), itu sangat sulit untuk bisa mengimbangi popularitas dan elektabilitas Gus Ipul maupun Khofifah. Apalagi wilayah Jatim sangat luas, bahkan untuk bisa menyapa masyarakat di 8501 desa bisa membutuhkan waktu 2 tahun lebih.

“Kalau mengusung sendiri, itu belum tentu menang, sehingga lebih baik memilih di antara dua pilihan Cagub yang sudah ada, yaitu antara Gus Ipul atau Khofifah,” beber Pakde Karwo.

Ia juga membenarkan jika nantinya keputusan DPP Partai Demokrat tidak sejalan dengan keinginan para kiai di Jatim. Pihaknya akan silaturrahim ke kiai-kiai, menjelaskan bahwa kewenangannya hanya membuka pendaftaran dan mengusulkan. Sedangkan kewenangan memutuskan siapa yang akan diusung Partai Demokrat ada ditangan Ketum DPP.

“Saya harus tunduk pada struktural partai. Gus Ipul itu sahabat saya selama 10 tahun bersama-sama jadi tetap sahabat,” imbuhnya diplomatis.

Terpisah, Ketua Bappilu DPW PKB Jatim, Thoriqul Haq menyatakan bahwa PKB hampir pasti berkoalisi dengan PDIP. Karena itu jatah Cawagub pasangan Gus Ipul akan diserahkan sepenuhnya kepada partai yang dipimpin Megawati. Artinya peluang Demokrat sangat kecil atau bahkan impossible.

“PKB tetap mengutamakan koalisi dengan PDIP dan partai-partai lain di Pilgub Jatim mendatang. Jatah Cawagub akan kami berikan kepada PDIP,” jelas Ketua Komisi C DPRD Jatim.

Dengan ‘tutup pintu’ begitu, keinginan Demokrat menggandeng Gus Ipul dalam Pilgub Jatim 2018 semakin sulit terealisasi. Sebab, power sharing yang ditawarkan jelas akan ditolak PKB selaku pengusung Wagub Jatim karena jatah Cawagub Gus Ipul menjadi milik PDIP.

Dengan begitu tawaran Partai Demokrat tinggal bergantung pada Khofifah dan kemungkinan besar bisa diterima. Inilah ‘langkah cerdas’ Pakde ‘meninggalkan’ Gus Ipul dalam Pilkada nanti. (ud)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan