Pakar Cyber Crime meminta bank mewaspadai internal agar tidak terjadi pembobolan data. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Menanggapi kasus Bank Jatim, pakar cyber crime Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat mengatakan pihak perusahaan harus mewaspadai kalangan internal.

Karena dari kasus yang selama ini terjadi, risiko tinggi dari segi keamanan data sehingga mengalami pembobolan karena internal perusahaan.

“Karena data dibobol itu ada dua indikasi, dari luar dan dari dalam perusahaan. Dari internal perusahaan itu dari karyawan sendiri dan juga sistem development tidak ada VA (vulnerability assesment yakni pengukuran kelemahan atas serangan dari luar atau pentest (penetration testing) sebelum dinaikan,” ujar Supangat yang juga Direktur Sistem Informasi Yayasan Perguruan Tujuh Belas Agustus 1945 (YPTA) itu.

Baca Juga :

https://duta.co/bank-jatim-pastikan-data-nasabah-aman/

Dikatakan Supangat, kasus ini bisa dijadikan pelajaran berarti. Bank harus mengevaluasi sistem mereka saat ini. “Sangat sulit melakukan tracking data yang sudah tersebar, apalagi dalam waktu yang sangat singkat. Ini bisa dijadikan pelajaran agar tidak terulang lagi ke depannya,” ungkap dosen Sistem Informasi ini.

Yang paling utama, pihak bank harus harus membuat pernyataan lewat media maupun media sosial bahwa pihaknya menanggapi masalah tersebut dengan serius. “Membuat email blast agar nasabah segera mengganti password dengan yang baru,” tukasnya. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry