Jason Emmanuel dan tim pengembang PennyWise.id, salah satu jebolan dan pemenang dalam IndonesiaNEXT 2025. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Teknologi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan manusia dalam eksplorasi kemampuan. Hadirnya ChatGPT dan Perplexity solusi cepat dan sangat membantu banyak pekerjaan di berbagai sektor. Kedua platform tersebut dengan suporting data yang canggih mampu menjadi rujukan dan menyediakan jawaban yang selama ini banyak dilakukan manusia.

Hadirnya ChatGPT dan Perplexity disinyalir akan menggantikan dan menghapuskan puluhan pekerjaan yang selama ini dikerjakan manusia. Kenyataanya konten kreator, aplikator dan jurnalis kini banyak menggunakan ChatGPT dan Perplexity mendukung pekerjaan mereka. Ini menarik untuk dibahas dan dikupas bagaimana eksistensi ChatGPT dan Perplexity dan bagaimana memposisikan keduanya.

Guna jemput bola peluang pasar AI yang sedang bertumbuh, Telkomsel merilis ChatGPT Go dan Perplexity Pro memperluas akses masyarakat Indonesia ke teknologi AI modern dengan biaya terjangkau. Paket ini bertujuan mendukung kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan pekerjaan dengan menyediakan akses ke kecerdasan buatan kelas premium.

Kolaborasi Telkomsel dengan OpenAI untuk menghadirkan ChatGPT Go, sebuah platform AI yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Dengan harga mulai dari Rp50.000, bisa menikmati beberapa manfaat.

Dari laman MyTelkomsel, ChatGPT Go menawarkan beberapa fitur diantaranya batas pesan 10× lebih banyak, kemampuan membuat gambar hingga 10× per hari, Unggah file & gambar 10× lebih banyak, Memori percakapan 2× lebih panjang dan Respon lebih cepat dan stabil berkat koneksi Telkomsel.

Sementara Perplexity Pro menawarkan fitur Akses ke model AI mutakhir (GPT-4 Omni, Claude 3.5 Sonnet & Haiku, Sonar Large, Grok-2, Gemini 2.0 Flash, OpenAI o3-mini, DeepSeek R1), Lebih dari 300 pencarian Pro per hari, Unggahan file tanpa batas (PDF, CSV, gambar) dan Pembuatan gambar via DALL-E 3.

Ini jadi yang pertama di Indonesia, sekaligus bagian dari langkah Telkomsel memperluas adopsi AI secara inklusif di berbagai lapisan masyarakat. Baik pengguna individu (B2C) maupun pelanggan korporat (B2B) – bisa menikmati kuota internet Telkomsel, ditambah layanan Perplexity Pro selama hingga satu tahun, dengan harga yang terjangkau.

Perplexity dikenal sebagai mesin penjawab AI yang mampu memberikan jawaban real-time dari sumber kredibel, lengkap dengan kutipan. Dengan akses Perplexity Pro, pelanggan bisa menikmati lebih dari 300 pencarian AI per hari, mengunggah file tanpa batas (PDF, CSV, gambar), membuat gambar dengan DALL-E 3 dan Flux, hingga berkolaborasi melalui fitur Custom Spaces.

ChatGPT Go dan Perplexity Pro Buka Pintu Teknologi Cerdas di Indonesia
Bagi Jason Emmanuel pengembang PennyWise.id, ChatGPT Go dan Perplexity Pro sangat membantu dalam menjalankan profesinya sebagai pengembang aplikasi dan konten kreator. PennyWise.id merupakan aplikasi keuangan pintar yang dirancang untuk Gen Z dan milenial muda agar dapat membangun kebiasaan finansial sehat dan efisien dengan mencatat pengeluaran secara cepat, menetapkan anggaran, memonitor kemajuan keuangan, dan menghindari doom spending. Fitur andalannya mencakup input one-tap, scan otomatis, chatbot AI, serta rekomendasi penghematan personal.

“Saya sudah mencoba ChatGPT Go dan Perplexity Pro dari Telkomsel, dan keduanya memberikan pengalaman yang sangat membantu dalam aktivitas sehari-hari sebagai pengembang aplikasi dan content creator,” kata Jason yang meraih The Best MVP PennyWise dan Best Hacker dalam IndonesiaNEXT 2025.

Lebih jelas Jason mengatakan ChatGPT Go terasa ringan dan praktis, sangat efektif digunakan untuk brainstorming ide, menyusun konten, serta membantu dalam menulis dokumen teknis secara cepat. Sementara Perplexity Pro lebih unggul untuk riset dan eksplorasi informasi berbasis data yang aktual, karena menyertakan sumber referensi yang dapat diverifikasi. Kombinasi keduanya membuat proses riset dan pengembangan menjadi jauh lebih efisien.

“Inisiatif Telkomsel untuk menghadirkan akses langsung ke platform AI global ini merupakan langkah konkret dalam membuka pintu pemanfaatan teknologi cerdas di Indonesia,” tegas Jason.

Jason menambahkan Berdasarkan pengalaman saya, penggunaan ChatGPT dan teknologi dari OpenAI memang terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara signifikan. Sebagai pengembang aplikasi, saya memanfaatkan AI untuk membantu proses debugging, analisis algoritma, serta penyusunan dokumentasi teknis dengan lebih cepat.

“Sementara dalam peran saya sebagai content creator, AI sangat membantu dalam merancang struktur narasi, memilih diksi yang tepat, dan menyusun ide konten yang menarik. Namun, saya tetap meyakini bahwa AI hanyalah alat bantu. Peran manusia tetap sangat penting untuk memberikan konteks, keaslian, dan sentuhan emosional yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi.”

Keuntungan utama kata Jason dalam menggunakan AI adalah peningkatan efisiensi waktu, kemudahan dalam menemukan ide-ide baru, serta kemampuan untuk mengakses wawasan yang lebih luas dalam waktu singkat. ChatGPT Go dan Perplexity Pro membantu mempercepat proses kerja dan mempermudah riset konten secara mendalam.

“Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, seperti potensi ketergantungan terhadap hasil AI, serta kemungkinan munculnya informasi yang tidak akurat jika tidak diverifikasi dengan benar. Karena itu, keseimbangan antara kreativitas manusia dan kecerdasan buatan perlu dijaga agar hasil kerja tetap autentik dan memiliki nilai orisinal,” ujarnya.

Saran Jason sebagai pengguna AI, hal yang harus dihindari adalah menyalin hasil dari AI tanpa pemahaman dan verifikasi. AI dapat menghasilkan keluaran yang tampak meyakinkan, tetapi belum tentu benar atau sesuai konteks. Selain itu, penggunaan AI untuk tujuan yang melanggar etika seperti plagiarisme atau manipulasi informasi harus dihindari sepenuhnya.

“Sebagai content creator dan aplikator, penting untuk menggunakan AI secara bertanggung jawab dengan menempatkannya sebagai alat bantu yang memperkuat ide, bukan menggantikan proses berpikir kreatif manusia, “ jelasnya.

Tidak hanya itu, Jason memberikan tips dan trik berdasarkan pengalaman menggunakan AI. Kunci utama dalam menggunakan AI adalah memahami cara berinteraksi dengan sistem secara efektif. Memberikan instruksi yang spesifik dan kontekstual akan menghasilkan keluaran yang lebih relevan. Selain itu, hasil dari AI sebaiknya selalu diperiksa dan disesuaikan dengan gaya serta kebutuhan pribadi agar tetap terasa autentik.

“Terus bereksperimen juga penting, karena semakin sering berinteraksi dengan AI, semakin baik kita memahami potensi dan batasannya. Dengan pendekatan yang bijak, AI dapat menjadi mitra yang mempercepat proses kerja tanpa menghilangkan nilai kreativitas dan karakter manusia di dalamnya.”

AI Membantu Brainstorming dan Menemukan Ide
Best Hipster dalam ajang IndonesiaNEXT 2025, Khoiru Rizki B.A. mengaku sangat terbantu dengan AI untuk brainstorming dan menemukan ide. Bagi Rizki yang jadi aplikator TernakPro.id diperlukan banyak konsep dan ide untuk pengembangan aplikasi yang dirilisnya sekaligus mengatasi masalah yang ada.

“Iya betul AI sangat punya peran penting terutama saat brainstorming atau menemukan ide dan saran bagi pengembangan berikutnya. Namun juga tetap dipantau dan difilter apakah memungkinkan untuk dikembangkan ataukah tidak. Karena saran yang dirilis AI masih perlu dianalisa lebih lanjut ketika mau diapliaksikan,” kata Rizky yang saat ini masih kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Bagi Rizky yang terpenting dalam menggunakan AI tidak mudah goyah. Jika dilihat untung ruginya menggunakan AI tentu ada terutama dalam keterbatasan penggunaan, ChatGpt dan Perplexity yang biasa tidak bisa melakukan deep learning, masih di awal saja perlu pendalaman lebih lanjut.

“Ketergantungan penuh terhadap AI bisa mengakibatkan kreativitas menurun dan tak lagi relevan dengan kebutuhan content. Juga hak cipta menjadi sulit dikenali karena pembuatannya menggunakan AI bukan kreativitas content creator sendiri,” jelas Rizky.

Rizky memberikan tips dan trik sebagai aplikator dan conten creator dalam menggunakan AI yakni gunakan framework prompting yang relevan seperti RISE (Role, Input, Steps, Expectation) dan lain-lain.

“”Kemudian buat sudut pandang dari role yang berbeda dan tanggapannya agar relevan untuk beberapa user yang berbeda sehingga sesuai, tidak hanya dari satu sisi saja.”

Bagi Rizky AI secara keseluruhan ada bukan untuk menggantikan peran manusia tetapi sebagai pembantu dalam pekerjaan nya dan menjadi lebih mudah, sehingga dia berperan hanya sebagai asisten bukan memposisikan sebagai boss yang mengatur keseluruhan kinerja seorang konten kreator

“Sehingga dengan memposisikan sebagai asisten, seorang aplikator dan konten kreator memiliki teman diskusi dan brainstorming lebih cepat dan efisien,” pungkas Rizky.

Membantu Kerja Konten Kreator dan Jurnalis
Seperti dikatakan Dian Novianto, konten kreator dan jurnalis mengaku sangat dibantu dengan adanya ChatGPT dan Perplexity. Menurutnya ChatGPT dan Perplexity dua platform yang berbeda dengan kelebihan masing-masing. ChatGPT lebih cocok digunakan untuk menulis konten kreatif, seperti cerita, puisi, atau artikel, membuat percakapan yang alami dan manusiawi, membantu dengan coding dan programming dan menghasilkan ide dan inspirasi.

“Sementara Perplexity lebih cocok digunakan untuk mencari informasi dan jawaban yang akurat, mendapatkan informasi real-time dan terkini, membantu dengan penelitian dan analisis data dan menyediakan sumber yang relevan dan terpercaya,” kata Dian Novianto yang mengelola media otomotif Otoplasa.com dan Haijatim.com.

Meski paham dengan dua platform tersebut, Dian mengaku sudah sudah sangat familiar menggunakan ChatGPT dalam setahun terakhir dengan langganan unlimited. Banyak keuntungan dengan menggunakan ChatGPT sangat memudahkan untuk membuat ide, membuat ilustasi dan perencanaan sesuai tema yang diperlukan.

“Untuk konten kreator, dibutuhkan kejelian dan pengambilan ide yang akan dibikin biar berbeda dengan yang sudah dibikin konten kreator lain. Dengan memasukkan prompt yang sesuai akan diberi gambaran timeline urutan video dari ChatGPT yang harus dilakukan. Dari situlah, baru paham step yang harus dilakukan.”

Dian Novianto yang biasa dipanggil Boim mengaku sangat terbantu dengan adanya ChatGPT dan memudahkan sekali. Bisa menyingkat waktu untuk berpikir karena gambaran semuanya sudah dipaparkan sama ChatGPT.

“Namun jangan salah kalau memasukkan prompt salah, jawaban ChatGPT juga bisa ngawur dan menjadi salah. Kuncinya pada bagaimana memasukkan prompt yang benar dan ChatGPT untuk mencari ide tepatnya,” jelas Dian.

Tidak jauh berbeda dengan konten kreator, jurnalis juga bisa memanfaatkan ChatGPT untuk mencari ide judul dan gambaran dari apa yang mau ditulis. Dengan demikian tulisan bisa lebih lengkap informasinya dan bahasa lebih terstruktur dan hilangin typo.

“Namun demikian, ChatGPT tidak bisa dijadikan bahan tulisan secara langsung karena bahasanya datar dan normatif. Tidak seharusnya jurnalis 100 persen mengandalkan tulisan yang dibikin oleh ChatGPT. Judul dan tulisan yang dibikin oleh ChatGPT hanya sebagai gambaran saja, bukan langsung dipakai semuanya.”

Dibalik kecanggihan ChatGPT ada beberapa kelemahan diantaranya tidak selalu akurat dan dapat menghasilkan informasi yang salah, tidak memiliki akses ke informasi real-time dan tidak memiliki fitur pencarian yang kuat bergantung data yang dimasukkan dalam ChatGPT.

Kesimpulannya jelas Boim ChatGPT lebih baik digunakan untuk keperluan kreatif dan menulis, sementara Perplexity lebih baik digunakan untuk mencari informasi dan menyediakan jawaban yang akurat.

IndonesiaNEXT Lahirkan Talenta Digital AI di Indonesia
Jason Emmanuel pengembang PennyWise.id dan Khoiru Rizki B.A pengembang aplikasi TernakPro.id merupakan lulusan IndonesiaNext 2025 yang berhasil meraih prestasi sebagai The Best Hacker dan Best Hipster. Keduanya memiliki kesan sangat mendalam pada perhelatan IndonesiaNext untuk melahirkan talenta digital muda berbasis AI di Indonesia.

“Bagi saya, IndonesiaNEXT merupakan salah satu program pengembangan talenta digital yang paling berkesan dan berdampak nyata. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran yang mendorong peserta untuk berkembang secara teknis maupun personal,” kata Jason.

Melalui berbagai pelatihan dan mentoring Jason merasakan bagaimana Telkomsel berhasil menciptakan ekosistem yang menumbuhkan semangat kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan digital di kalangan anak muda Indonesia. Suasana kegiatan ini sangat inspiratif karena setiap peserta datang dengan semangat yang sama, yaitu ingin belajar, berbagi ide, dan berkontribusi dalam membangun masa depan digital Indonesia.

“Saya meyakini bahwa IndonesiaNEXT memiliki kapasitas untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing global di bidang teknologi, khususnya kecerdasan buatan. Melalui kurikulum yang dirancang dengan baik, peserta tidak hanya diajarkan kemampuan teknis seperti pemrograman, analisis data, dan penerapan machine learning, tetapi juga pemahaman etika dalam penggunaan AI. “

Jason melihat pendekatan pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik menjadikan peserta siap menghadapi tantangan industri teknologi global. Selain itu, bimbingan dari mentor profesional membantu peserta memahami bagaimana AI dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat, sehingga mereka tumbuh menjadi inovator yang kompeten dan berintegritas.

“Menjadi bagian sekaligus pemenang IndonesiaNEXT 2025 memberikan dampak yang sangat besar bagi perkembangan diri saya, baik secara profesional maupun pribadi. Program ini memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak talenta digital terbaik dari seluruh Indonesia dan belajar langsung dari praktisi industri yang berpengalaman,” ujarnya.

Bagi Jason pengalaman tersebut membuka cara pandang baru dalam memahami bagaimana teknologi dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan. Selain itu, penghargaan ini juga memberikan kepercayaan diri untuk mengembangkan proyek berbasis AI yang sebelumnya hanya sebatas ide.

“Salah satunya adalah inovasi yang saya kembangkan bernama PennyWise, sebuah aplikasi manajemen keuangan cerdas berbasis AI yang membantu pengguna, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran dan mencapai kestabilan finansial.”

Meskipun pelaksanaannya sudah sangat baik, Jason melihat masih ada ruang pengembangan yang dapat membuat IndonesiaNEXT semakin unggul. Salah satu hal yang dapat ditingkatkan adalah pendalaman materi teknis di bidang kecerdasan buatan tingkat lanjut, seperti fine-tuning model besar, penerapan model pada perangkat edge, dan integrasi AI dalam sistem IoT.

“Selain itu, akan sangat bermanfaat jika setelah program selesai terdapat pendampingan lanjutan, seperti inkubasi proyek atau jaringan alumni aktif yang memungkinkan kolaborasi jangka panjang antar peserta. Dengan adanya kesinambungan pasca-program, inovasi yang lahir dari IndonesiaNEXT dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Aplikasi yang saya kembangkan, PennyWise, terus mengalami peningkatan sejak tahap awal pengembangannya hingga saat ini. Latar belakang lahirnya aplikasi ini berawal dari keprihatinan terhadap kebiasaan finansial generasi muda yang sering kesulitan mengatur keuangan pribadi secara konsisten. Dari permasalahan tersebut, saya ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya membantu mencatat pengeluaran, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan finansial yang lebih bijak. Nama PennyWise diambil dari ungkapan “A penny saved is a penny earned”, yang mencerminkan filosofi bahwa setiap langkah kecil dalam penghematan dapat memberikan dampak besar di masa depan.

“Saat ini PennyWise telah mencapai tahap MVP fungsional dengan beberapa fitur unggulan, seperti chatbot finansial berbasis AI, fitur OCR untuk membaca struk belanja otomatis, serta model LSTM yang mampu memberikan prediksi dan analisis perilaku finansial pengguna.”

Sementara Rizky merasakan dampak yang positif mengenai event IndonesiaNext ini mulai dari menambah skill digital saya, bertemu dengan mentor profesional, dan tak hanya itu program ini juga menyediakan sertifikasi internasional secara GRATIS untuk para peserta.

“Untuk proses seleksi nya pun sangat ketat dan panjang itu menandakan event ini merupakan ajang pencarian talenta digital yang kredibel dan bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan programnya,” ujar Rizky.

Bagi Rizky gelaran IndonesiaNEXT sangat mampu menciptakan talenta digital yang kuat karena dalam penyampaian materinya memiliki standar internasional termasuk juga ujian sertifikasi dan penilaiannya saat top 24 dengan juri-juri professional. Secara tidak langsung program ini mencetak para generasi muda yang kompeten dalam bidang digital dengan standar global sehingga mampu mencetak generasi emas 2045 dengan talenta digital yang telah di asah oleh IndonesiaNext.

“Banyak sekali keuntungan yang didapat menjadi bagian IndonesiaNEXT 2025 mulai dari hal terkecil seperti relasi dengan para peserta hebat antar kampus, kemudian bertemu mentor yang profesional, dan kita juga diberikan fasilitas uang saku apabila berkesempatan menjadi top 24 hinggal top 9 bisa mendapatkan reward benchmarking ke luar negeri untuk merasakan dan belajar ekosistem digitalnya secara langsung disana,” ujarnya.

Untuk aplikasi TernakPro.id jelas Rizky saat ini masih dalam tahap pengembangan belum sampai ke pemasaran secara besar dikarenakan banyak dari kami yang masih melakukan semester akhir di perkuliahan yang sedang kami tempuh masing-masing. Imam ghozali

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry