Presiden Jokowi naik motor Rp 2,55 M (FT/detik.com)

SURABAYA | duta.co – Banyak orang mengaku terpingkap-pingkal menyaksikan akhir dari Konser yang digelar MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bagaimana tidak, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengakhiri penawaran dengan harga Rp 2,55 miliar untuk 1 unit motor listrik Gesits bertandatangan Jokowi. Bonusnya, sang pembeli boleh mencobanya untuk putar-putar di Istana negara sebagaimana yang biasa dilakukan sang presiden.

Pemenang lelangnya adalah M Nuh, warga Jambi. Bamsoet pun berterima kasih. “Hingga akhirnya jatuh ke tangan Bapak M Nuh dengan harga Rp 2,55 miliar. Terima kasih bapak yang dari Jambi, semoga diberikan rezeki yang lebih banyak lagi,” kata Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo sebagai inisiator konser amal, pada 18 Mei 2020 yang mendapat protes banyak pihak.

Usut punya usut, Pak Nuh yang disebut pengusaha dari Jambi, ternyata keluarga belum beruntung. Rumahnya di Jalan Makalam, Sungai Asam, Kota Jambi ditempeli penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan).

“Waduh.., kok bisa ya. Saya melihatnya terpingkal-pingkal. Saya yakin, Kick Andy (Andy Flores Noya) yang ikut meramaikan acara itu, tertawa sampai sekarang,” demikian warganet mengomentari video konser lelang motor Jokowi di grup WA, Jumat (22/5/2020).

Sampai Jumat (22/5/2020) pagi, para wartawan masih mencari M Nuh, ingin tahu kisahnya, kok bisa sampai tembus dalam acara itu. Para wartawan itu, kelihatan sabar menunggu di rumahnya, Jalan Makalam, Sungai Asam, Kota Jambi. Selain itu, juga ada sejumlah pejabat tingkat bawah, yakni Camat dan Ketua RT datang memantau salah satu rumah di pinggir jalan tersebut.

Rumah gandeng atau bedeng yang berkelir merah dan putih itu diketahui milik M Nuh. Di bagian dinding teras rumah terlihat ada tulisan bahwa rumah ini adalah rumah keluarga pra sejahtera “Penerima Bantuan PKH”.

“Iyo, ini rumah M Nuh yang di Sungai Asam. Kalau di sini satu-satunya yang bernama M Nuh ya ini rumahnya, alamatnya ya ini kampung Manggis, seperti berita di pengumuman lelang itu,” kata Camat Pasar Kota Jambi, Mursida seperti dilansir liputan6.com.

Mursida dan Ketua RT 20 Kelurahan Sungai Asam, Ibrahim meninjau rumah M Nuh. Namun, pagi itu rumah tersebut terlihat kosong dan terkunci rapat. “Kita belum tahu ke mana, nanti kita tanya sama warga sekitar,” ujar Mursida.

Ketua RT 20 Ibrahim mengatakan, yang heboh memenangkan lelang motor listrik itu memang warganya. Namun, M Nuh tersebut bukan sebagai pengusaha, melainkan pekerja bangunan yang diketahui juga terdata penerima bantuan sosial. “Semenjak acara lelang itu saya belum sempat bertemu, orangnya biasa saja,” ujar Ibrahim.

Bubarkan BPIP Hemat Rp 217 M

Tak kalah menarik, komentar warganet yang kian melebar. Ada yang menyoal cara lelang yang dilakukan 3 lembaga tersebut. Mestinya, setiap lelang harus didaftarkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Apalagi ini barang yang diberikan kepada presiden, sehingga menjadi milik negara, kalau tidak, disebut gratifikasi.

Tetapi, kalau lelang dilakukan secara pribadi, itu masuk lelang noneksekusi sukarela. Syarat utamanya harus memiliki virtual acount (jika melalui online maupun tatap muka, karena prosedur lelang cuma dua ini).

Syaratnya, peserta lelang sudah harus menyetorkan uang jaminan dengan besaran maksimal 20 juta atau yang ditentukan. Panitia atau pemilik barang, bisa mengajukan jaminan lebih dan penyetorannya harus melalui kas negara, jika jaminan di atas 20 juta.

“Ingat saya peraturan Menteri Keuangan No 93 tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan lelang seperti itu. Di situ lengkap diatur sampai soal permainannya,” begitu salah seorang warganet.

Masalahnya, bagaimana bisa M Nuh setor jaminan 20 juta? Jika melihat kondisinya dia tidak punya duit. Hidup saja dari PKH. Panitia bagaimana? Itu lelang model apa? Jangan-jangan itu lelang-lelangan. Masak sekelas MPR-BPIP bikin lelang menabrak aturan main?

Tak kalah menarik, ada meme yang beredar, seperti hendak mengajari Presiden Jokowi untuk mencari duit secara cepat. Hasilnya bisa 100 X lipat. “Kalau lelang hanya dapat duit Rp 4,003 M, lalu dikurangi Rp 2,55 M dari M Nuh yang tidak bisa diharapkan, maka tinggal Rp 1,5 M. Dikit amat,” celetuk warganet.

Padahal, kalau Presiden Jokowi bisa membubarkan BPIP saja, Negara akan menghemat 100 X lipat lebih, Rp 217 Miliar. Bahkan hitungan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain, Negara bisa menghemat uang sebesar Rp 914 Miliar. (mky,net)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry