PARON : Aksi lempar air dawet merupakan tradisi Warga Desa Paron (Muhamad Mahbub / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Acara Hajat Sedekah Dawet Manis dari seluruh petani di Desa Paron Kecamatan Ngasem digelar di Sumber Kembangan pada Jumat (22/11) sore. Hadir dalam acara ini, Camat Ngasem Ari Budiyanto, para sesepuh desa dan ratusan petani tergabung dalam Gapoktan Tani Makmur. Tradisi ini ternyata telah berlangsung lama, diawali prosesi doa kemudian dilanjutkan saling melemparkan dawet bahkan hingga menjadikan tubuh camat basah kuyup.

Banyak cara dilakukan para petani untuk memohon berkah dari Allloh .Swt, diantaranya berkirim doa di tempat dianggap memiliki kekuatan khusus. “Hajat Sedekah Dawet Manis ditujukan kepada leluhur yang babat Desa Paron dan berdoa kepada Allah SWT. Dengan harapan segera diturunkan hujan dan ini tradisi di desa ini,” jelas Sonhaji, sesepuh desa setempat.

Acara pun juga dimeriahkan penampilan Tari Gambyong dan Tari Panji, untuk menghiburkan ratusan warga yang memenuhi lokasi kini diubah menjadi kawasan wisata.

Tradisi Perang Dawet

PARON : Proses doa bersama dilakukan di Sumber Kembangan Desa Paron (Muhamad Mahbub / duta.co)

“Lokasi ini dulu bernama Karang Kirno kemudian diubah menjadi namanya Kembangan. Bahwa tradisi ritual minta hujan, sarat wajibnya memang harus pakai dawet. Kemudian diawali membaca Surat Al Ikhlas, Surat Al Qadr kemudian dzikir dan berkirim doa kepada leluhur dikhususkan kepada sosok yang babat Desa Paron, Mbah Nur Buat,” terangnya.

Usai prosesi acara ini, kemudian dilanjutkan perang dawet dan ternyata cukup menghibur warga desa dan pengunjung dari sejumlah desa yang sengaja hadir. “Kegiatan ini berlangsung setiap tahun, mengadakan kegiatan sedekah dawet yang mempunyai makna bahwa warga Paron berharap nanti mendapat limpahan rejeki seperti dawet. Karena ini di musim kemarau panjang, sekaligus warga khususnya para petani mengharap berkah turunnya hujan,” terang Ari Budiyanto, Camat Ngasem

Bila Sumber Kembangan dulu dikenal debit airnya sangat tinggi, terang Camat Ngasem, namun kini mulai berkurang jauh. “Dahulu cukup untuk mengairi sawah hingga untuk lokasi di Desa Ngasem. Semoga ikhtiar ini bisa terkabulkan tidak lama lagi wilayah Kabupaten Kediri, khususnya wilayah Paron ini bisa turun hujan,” jelas Camat Ngasem. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry