President Director PE Fazil Erwin Alfitri (kiri) saat menjadi pembicara di Seminar Nasional NESCO 2026 UGM.

PROBOLINGGO | duta.co – PT Paiton Energy mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan transisi energi nasional melalui inovasi teknologi dan penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan industri. Ajakan tersebut disampaikan perusahaan dalam dua forum ilmiah berbeda di Yogyakarta sebagai bentuk komitmen mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

President Director PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri, menjadi salah satu pembicara dalam Seminar National Electrical Power System Competition (NESCO) 2026 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (9/5/2026). Seminar tersebut mengusung tema “Pioneering Green Solutions: Advancing National Transition Through Renewable Energy” dan membahas langkah strategis mendorong energi hijau di Indonesia.

Dalam paparannya, Fazil menegaskan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki posisi penting dalam mendorong kemajuan teknologi yang dapat mempercepat proses transisi energi nasional. Menurutnya, upaya menuju ketahanan energi berkelanjutan harus dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara keandalan sistem kelistrikan dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

“Transisi energi nasional memerlukan pendekatan terintegrasi yang realistis dan berbasis keandalan. Kami melihat bahwa penguatan fondasi sistem kelistrikan Indonesia dalam satu dekade ke depan sangat bergantung pada sinergi dalam menyelaraskan kebijakan, investasi, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan guna mencapai target bauran energi jangka panjang,” kata Fazil.

Sementara itu, Chief Financial Officer PT Paiton Energy, Bayu Widyanto, hadir sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Mitra Industri di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta pada Kamis (7/5/2026).

FGD bertema “Membangun Perguruan Tinggi yang Relevan dan Berdampak” tersebut menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten menghadapi kebutuhan pembangunan nasional.

Bayu menjelaskan bahwa kolaborasi kampus dan industri merupakan langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang adaptif sekaligus melahirkan inovasi teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Dunia industri bergerak dinamis, sehingga perguruan tinggi dirasa perlu untuk mampu mengimbangi dinamika yang ada sehingga masukan secara timbal balik hendaknya dilakukan secara berkelanjutan. Bagi kami, sangat penting bagi mahasiswa sebagai sumber daya industri di masa depan untuk menguasai keterampilan yang diperlukan dan kemampuan untuk agile, fleksibel, dan beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan. Di sinilah kolaborasi kampus – industri diperlukan,” ujar Bayu.

Komitmen tersebut selama ini diwujudkan PT Paiton Energy melalui berbagai program kolaborasi strategis di sektor pendidikan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) Paiton bErsiNERGY. Program tersebut antara lain mencakup Waste to Energy Program di Universitas Indonesia, Solar School Program di SMAN 70, SMKN 54, dan SMKN 53, serta kerja sama dengan Fakultas Kehutanan UGM dalam pengembangan perhutanan sosial menjadi hutan tanaman energi produktif berbasis biomassa.

Melalui partisipasi aktif dalam forum ilmiah dan penguatan sinergi dengan dunia pendidikan, PT Paiton Energy menegaskan dukungannya terhadap konsep Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. Perusahaan berkomitmen terus mendukung agenda transisi energi nasional melalui pengelolaan pembangkit yang andal serta kemitraan jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan demi mewujudkan ketahanan energi Indonesia yang berkelanjutan. hul

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry