Ira Dwijayanti, S.Gz.,M.Sc – Dosen Prodi S1 Gizi, Fakultas Kesehatan

PERNIKAHAN merupakan salah satu momentum kehidupan yang selalu dinantikan. Calon istri bersuka cita untuk mempersiapkan gaun pernikahan yang apik dan anggun untuk menjadi ratu dalam satu hari.

Sayangnya, banyak calon istri yang lupa untuk mempersiapkan kesehatan dan asupan gizi yang optimal sebagai persiapan untuk fase kehamilan. Wanita yang sudah siap menikah merupakan kelompok Wanita Usia Subur (WUS).

Sebagai calon ibu, asupan zat gizi yang optimal sangat penting karena dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, kondisi kesehatan bayi dan keselamatan ibu saat melahirkan.

Info Lebih Lanjut Buka Website Resmi Unusa

Masa pranikah dapat dikaitkan dengan masa prakonsepsi karena setelah menikah wanita akan segera menjalani proses konsepsi. Konsepsi disebut juga dengan proses bertemunya sel telur (ovum) dengan sperma atau proses pembuahan.

Status gizi WUS selama tiga sampai enam bulan pada masa prakonsepsi akan menentukan konsisi bayi yang akan dilahirkan. Pemenuhan asupan zat gizi yang optimal saat masa prakonsepsi merupakan kunci kelahiran bayi normal dan sehat.

Menjaga asupan zat gizi yang cukup sebelum kehamilan sangat penting karena kondisi tersebut dapat menunjang fungsi optimal alat-alat reproduksi seperti lancarnya proses pematangan telur, produksi sel telur dengan kualitas baik dan proses pembuahan terjadi secara sempurnak.

Gizi yang baik juga berperan penting dalam penyediaan cadangan zat gizi untuk tumbuh kembang janin. Bagi calon ibu, asupan gizi yang cukup dan seimbang akan mempengaruhi kondisi kesehatan secara menyeluruh dan dapat memutuskan rantai masalah kekurangan gizi pada generasi selanjutnya.

Kurang Energi Kronik (KEK) masih merupakan masalah gizi yang terjadi di kelompok WUS. Seseorang wanita dikatanan KEK apabila hasil dari pengukuran lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5cm.

Dampak dari wanita pranikah yang menderita KEK antara lain dapat mengakibatkan terjadinya anemia, kematian pada ibu saat melahirkan, kematian janin, bayi berat lahir rendan (BBLR), kelahiran prematur, lahir cacat hingga kematian pada bayi.

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin yang buruk akibat masalah gizi pada ibu hamil dikaitkan dengan status gizi stunting dan obesitas pada masa anak-anak maupun saat dewasa nanti.

Karena itu, intervensi gizi harus ditekankan pada masa sebelum dan selama kehamilan. Beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi wanita pranikah adalah umur, pendidikan dan status gizi. Sedangkan faktor yang mempengaruhi selama kehamilan adalah frekuensi kehamilan, aktivitas fisik, komplikasi penyakit saat hamil, kondisi psikologis dan keseimbangan asupan zat gizi.

Pengetahuan tentang asupan zat gizi yang seimbang berperan penting dalam kesehatan ibu dan anak. Tingkat pengetahuan yang baik akan mendorong seseorang untuk memiliki kemampuan yang optimal berupa keterampilan dan sikap. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry