PADANG | duta.co – Warga tariqah Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat, merayakan Lebaran Idul Fitri Senin 3 Juni 2019 hari ini. Tadi malam mereka telah menggelar acara takbiran.
Pimpinan Tarekat Naqsabandiyah Padang, Syafri Malin Mudo, menjelaskan mereka sudah menjalankan ibadah puasa selama 30 hari. Menurut Syarif, mereka memulai puasa terlebih dahulu ketimbang umat Islam umumnya di Indonesia, sehingga hari ini harus mengadakan salat Ied.
“Lebarannya tanggal 3 (Juni), karena puasa kami sudah 30 hari. Kami memulai memang lebih awal, sesuai hisab yang sudah turun temurun kami jalani,” kata Syafri. “Puasa kami tetap 30 hari. Walaupun naik, walaupun turun. Kenapa puasa 30 hari? Karena kata Rasulullah, siapa yang puasa 30 hari dan 6 hari syawal, maka sama dengan puasa 1 tahun,” imbuh dia.
Pantauan di lokasi sejak Minggu (2/6) lantunan takbir sudah bergema di Musala Baitul Mammur, di Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Pauh, Padang. Takbir ini menandakan berakhirnya puasa Ramadhan 1440 Hijriyah.
Sudah sejak lama jamaah tariqah ini berpuasa lebih dulu ketimbang umat Islam lain. Mereka memiliki perhitungan penanggalan sendiri yang sudah dilakukan oleh leluhurnya. Karena itu, Lebaran pun berbeda.
Penganut Tarekat Naqsabandiyah tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Barat. Pengikutnya diperkirakan berjumlah lebih dari 5.000 orang.
Naqsabandiyah merupakan satu dari tiga tarekat yang berkembang di Sumatera Barat. Selain Naqsabandiyah juga terdapat Tarekat Sattariyah dan Kastariyah. Bedanya, jika Naqsabandiyah biasanya lebih awal, sementara Sattariyah dan Kastariyah justru lebih lambat dalam memulai puasa atau lebaran dari penetapan pemerintah.
Hal ini tidak masalah sebab sesuai perhitungan dan keyakinan masing-masing. Keberagamaan dalam menjalankan ritual keagamaan merupakan keniscayaan yang insya Allah memberikan hikmah kepada masyarakat. (det/hud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.