Nailul Authar,S.S.,M.Pd – Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

DEWASA ini yang sering kita jumpai di sebagian besar era globalisasi, banyak hal yang teradi yang kemudian disampaikan dalam bahasa inggris. Misalnya di sebagian besar produk makanan instan, kita akan menemukan beberapa daftar dalam bahan menu yang dituliskan dalam bentuk bahasa Inggris.

Untuk menghadapi peristowa ini dalam era globalisasi, kita harus mempersiapkannya dengan baik  agar kita bisa bersaing dengan yang lain dan tidak mengalami ketertiinggalan. Salah satunya adalah mempersiapkan para anak usia dini untuk mengenal dan terbiasa dengan bahasa inggris.

 Sering kita jumpai bahwa beberapa sekolah anak usia dini tidak memberikan bahasa Inggris sebagai materi pelajaran utama. Padahal kita bisa memberikan materi bahasa Inggris dengan cara bersenang-senang.

Contohnya seperti mengajak para anak usia dini untuk bernyanyi dengan menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari juga memperkenalkan nama-nama binatang dalam bahasa Inggris.

Untuk menghadapi kejadian ini para guru dituntut untuk harus tahu bagaimana cara mengajar atau membuat strategi dalam memberikan materi bahasa Inggris kepada siswa mereka dengan memberikan strategi pencampuran kode.

Pencampuran kode adalah fenomena dalam sosiolinguistik yang biasanya terjadi di setiap komunikasi, menyanyikan lagu, novel, dan juga dalam pemutaran film, asalkan seluruh peserta tahu, mengerti, menguasai dan memiliki kemampuan untuk berbicara lebih dari satu bahasa (Bilingual/Multilingual).

 Pencampuran kode atau pilihan kode adalah penggunaan dua bahasa dalam kalimat atau wacana yang sama. Namun, istilah pencampuran kode mengacu pada istilah kasus adalah item leksikal fitur tata bahasa dari dua bahasa muncul dalam satu kalimat (Musyken: 2000).

Pencampuran kode mereka digunakan karena bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa lokal dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, alih kode situasional digunakan di mana situasi percakapan selalu berbeda, seperti dari formal ke informal atau informal menjadi formal dan kode metaforis beralih dengan tulus dalam percakapan selalu ada topik yang berbeda yang dibahas.

Tidak jarang kita menjumpai guru anak usia dini sering gagal dalam kegiatan belajar mengajar materi bahasa Inggris atau memperkenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak dikarenakan terlalu dianggap sulit.

 Mereka berpendapat bahwa masa-masa anak usia dini masih belum bisa diajarkan materi bahasa Inggris, anggapan mereka yaitu para siswa hanya cukup dalam sebatas diperkenalkan bahasa inggris saja bukan diajarkan.

Permasalahan ini adalah merupakan titik poin yang menantang. Memilih metode alih kode yang diterapkan kepada para siswa anak usia dini bisa membuat suatu perubahan yang besar.

Yaitu para guru yang notabenenya adalah salah satu sumber utama para siswa belajar dan menumbuhkan peningkatan skill berabahsa inggris bisa menjadi lebih percaya diri dalam memberikan pengetahuan berbahasa ingggris kepada para siswanya tentang pelajaran bahasa Inggris.

 Guru tidak akan pernah merasa sulit untuk memberikan materi kepada siswa anak usia dini. Kedua, memberikan guru cara meningkatkan kosa kata siswa dengan alih kode. Dua hal ini dapat membantu para guru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Hal ini juga dapat membuat Pendidikan Anak Usia Dini akan lebih dikenal oleh orang-orang bahwa di sekolah itu ada sesuatu yang tidak dimiliki sekolah lain.

Menggunakan alih kode dalam pengajaran bahasa Inggris berguna bagi siswa untuk meningkatkan kosa kata mereka. Menggunakan metodologi ini dapat membuat siswa tidak akan merasa bosan atau bahkan takut hingga cemas ketika berhadapan dengan materi bahasa Inggris. Untuk membuat siswa memahami semua materi, guru harus mengganti bahasa pengajaran menjadi Multilingual/Bilingual.  *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry