SAHUR : Hj. Shinta Nuriyah Wahid saat sahur bersama di Klenteng Tjoe Hwie Kiong (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Sejarah pun diharapkan akan kembali mencatat keberadaan Klenteng Tjoe Hwie Kiong berada Jl. Yos Sudarso 148 Kelurahan Pakelan Kota Kediri. Bukan hanya sebagai situs budaya, namun digelarnya saur bersama jamaah lintas agama dan kepercayaan Jumat dini hari (31/05/2019), diharapkan menjadi simbol pluralisme.

Dihadiri istri Presiden ke-4, Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dalam acara saur bersama bertema ‘Dengan Puasa Kita Padamkan Api Kebencian dan Hoax’ ratusan warga Kediri dan sekitarnya memadati lokasi klenteng, tercatat sebagai situs budaya.

“Harapan kami acara ini bagian wujud kerukunan antar umat beragama dan kepercayaan, semoga menjadi inspirasi di tempat lain,” jelas KH. Abu Bakar Abdul Jalil, Ketua PCNU Kota Kediri.

Bunda Shinta Wahid akrab bukan hanya dikalangan umat Islam, namun bersama suaminya alm. KH. Abdurrahman Wahid akrab disapa Gus Dur, membawa konsep hidup toleransi dan saling menghormati sesama umat, menjadikan kerukunan di Indonesia.

‘Anda datang kesini mau apa? Siapa yang mengundang? Demikian kutipan awal saat Bunda Shinta membuka sambutan. Ratusan jamaah dan warga sekitar pun dengan kompak menjawab saur bersama. Demi meriahnya acara ini, sejumlah suguhan acara seni budaya juga ditampilkan merupakan kolaborasi lintas agama.

Adzan Subuh pun dikumandangkan di lokasi acara, sebagai pertanda usainya makan saur, tentunya ini kali pertama hal seperti ini digelar.

“Saya berpesan, mari selalu jaga kerukunan, saling bertoleransi, jangan menyebarkan berita kebohongan atau hoax. Menjaga budaya dan melestarikan kepada generasi kita. Mari kita dukung siapapun pemimpin negeri demi mewujudkan kedamaian,” pesan Bunda Shinta dihadapan ratusan jamaah sebelum meninggalkan lokasi. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.