ROADSHOW T-PERPUS: Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini (dua dari kanan), Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani (kanan), Direktur Network Telkomsel Iskriono Windiarjanto (paling kiri), Chief Operating Officer (COO) LinkAja Haryati Lawidjaja (dua dari kiri), dan Executive Vice President East Area Sales Ronny Arnaz (empat dari kanan) berswafoto dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada roadshow T-Perpuss di Surabaya (duta.co/wiwik)

SURABAYA | duta.co -Telkomsel berkomitmen terus bergerak maju memberikan kontribusi mengakselerasikan pembangunan bangsa melalui solusi pemanfaatan teknologi tepat guna. Untuk mendukung komitmen tersebut, Telkomsel melakukan roadshow program T-PERPUS di 10 kota yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Pontianak, Solo, Ambon, Cianjur, Lembang, Ternate, dan Manado. T-PERPUS dihadirkan Telkomsel untuk mendukung program pemerintah dalam Gerakan Literasi Nasional (GLN).

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan, “Telkomsel terus berupaya untuk mengakselerasikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Air melalui inisiatif pendidikan berbasis teknologi digital. Melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi, kami menghadirkan platform aplikasi perpustakaan digital T-PERPUS untuk dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang saat ini masih tergolong rendah.”

T-PERPUS merupakan platform aplikasi perpustakaan digital Telkomsel berkolaborasi dengan Gramedia Digital di mana di dalamnya terdapat lebih dari 6.000 judul buku, koran, majalah dari penerbit terkemuka yang dapat diunduh secara gratis di android maupun iOS. T-PERPUS ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel yang berlandaskan pilar Pendidikan sehingga ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan sekaligus mempersiapkan keahlian profesi generasi muda Indonesia di berbagai bidang.

“Sektor pendidikan menjadi hal yang fundamental dalam pembentukan individu-individu unggul sebagai bagian dari generasi emas yang akan memimpin Indonesia di masa depan. Namun sebelum mencapai kejayaan negara kita di masa yang akan datang, negara kita masih menghadapi problematika di bidang pendidikan. Rendahnya tingkat kemampuan baca serta tidak terjangkaunya harga buku di Indonesia menjadi faktor penyebabnya. Untuk itu dengan adanya aplikasi T-PERPUS akan mempermudah masyarakat dalam mengakses ilmu pengetahuan dan informasi yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun melalui device-nya,” jelas Emma.

Telkomsel berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menggelar kampanye literasi digital. Mengusung konsep talkshow, acara ini akan menghadirkan sejumlah pembicara yang merupakan penulis buku dan content creator. Bedah buku digital melalui aplikasi T-PERPUS juga akan dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan minat baca masyarakat di Surabaya dan menciptakan budaya baca digital. Hadirnya kampanye ini di Kota Pahlawan merupakan bentuk dukungan terhadap Pemkot Surabaya dalam menjadikan kota literasi.

Selain menghadirkan T-PERPUS, dalam serangkaian acara di Surabaya, Telkomsel juga menghadirkan program CSR Telkomsel di pilar Pemberdayaan Masyarakat yaitu Patriot Desa Digital dan Digital Creative Millenials. Patriot Desa Digital merupakan program yang diinisiasi untuk membentuk komunitas berliterasi digital yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat dan kualitas warga desa atau pinggir kota kecil.

Program ini diperuntukkan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) melalui edukasi literasi digital dalam pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat. Dalam implementasinya, program ini melibatkan lembaga keuangan non-bank yang dikenal dengan sebutan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Sedangkan Digital Creative Millennials merupakan program inisiasi berbasis digital yang dirancang untuk memacu kewirausahaan segmen youth atau millennial. Program ini mencakup pelatihan dan pendidikan terkait transformasi digital perusahaan maupun produk komersial, memberikan bantuan teknis (Training of Trainer), pengetahuan mengenai dokumen dan lisensi, menyusun rencana bisnis dan menyederhanakan produksi dan distribusi produk, hingga membantu memperkenalkan kepada investor. Melalui program ini, wirausahawan diharapkan dapat mengubah pola usaha yang semula konvensional menjadi perusahaan atau produk komersial berbasis data sehingga menghasilkan entrepreneur muda dengan mindset digital leadership. (imm)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry