MENGUJI : Juri yang terdiri Ir Agus Santosa dan Vega Aditama ST MT dari Teknik Sipil ITN saat menguji salah satu peserta dari Bali. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Intitut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) tingkat nasional. Selain sebagai ajang mengasah jiwa kompetisi antar anak bangsa, juga sebagai upaya mengupgrade keilmuan mahasiswa teknik sipil ITN.

Ketua Pelaksana LKTB ITN, Wahyu Bangkit Prasetya Adi mengatakan event ini sebagai ajang untuk mengasah jiwa kompetisi antar anak bangsa. Selain itu Fakultas Teknik Sipil ITN akan otomatis menambah ilmu seputar teknik beton. Melalui acara ini pula sebagai upaya  meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dari teknik sipil di Indonesia.

“Dengan memperebutkan hadiah total senilai 6,5 Juta Rupiah. Rinciannya, Juara I akan mendapat 3 Juta, Juara ke dua mendapat 2 Juta, dan Juara ke tiga mendapat 1,5 Juta,” ungkap Bangkit Prasetya, Sabtu (7/3/2020).

LKTB ITN ini diikuti 10 tim dari total 42 tim perguruan tinggi se-Indonesia. Diantara perguruan tinggi yang ikut terdapat nama Universitas Udayana Bali, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Kaltim, Universitas Andalas dan Universitas Lambung Mangkurat Lampung. Juga ada Undip dan UGM.

Pendaftaran lomba sendiri telah dibuka mulai September tahun lalu. Sedangkan uji lab beton sendiri diadakan tanggal 30 November 2019, di kampus masing-masing. Hingga kemudian pada 23 Desember diumumkan makalah yang lolos. Pengumuman 10 besar telah disampaikan 25 Februari lalu.

“Nah pada hari ini masuk tahap semi final 10 besar. Dimana tiap peserta diberi kesempatan waktu presentasi selama 10 menit, kemudian 10 menit berikutnya merupakan sesi tanya jawab dari juri,” ujar Bangkit.

Dalam uji presentasi ini dilakukan juga dokumentasi berupa video yang kebanyakan para peserta lebih detail lagi menjelaskan tentang materinya.

Menurut salah satu peserta lomba dari Bali, materi yang mereka presentasikan tersebut meliputi tambahan campuran berupa serutan botol plastik yang berukuran kurang dari 5 mm.

“Kami juga menggunakan larutan gula yang menurut jurnal referensi bersifat meningkatkan perekatan pada beton termasuk juga mempersingkat waktu pengeringan pada semen,” ungkap Gde Aryananda.

Ia menjelaskan, dasar-dasar pemilihan bahan dari presentasi ini karena di Bali Tiap rumah mempunyai Sanggah atau Pura yang biasanya terbuat dari batu Tabas Batu Tabas sendiri merupakan Batu Skoria Basaltik yang  berasal dari Magma yang membeku.

Serutan  dari limbah plastik  yang berukuran kecil tersebut  merupakan Substitusi Agregat halus. Namun bahan bahan campuran tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut lagi

“Judul makalah kami Benbah, beton dari limbah.   Benbah ini dapat diaplikasikan pada cor kolom atau balok. Namun jika diaplikasikan pada jembatan kami belum berani menyarankan karena masih perlu penelitian lebih lanjut lagi,” pungkasnya. Dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry